presented by

SEJAUH MATA MEMANDANG × EKO NUGROHO — POP-UP STORE “REPUBLIK SEBELAH MATA” JOGJA

SHARE THIS
1.16K

Published by Sugar & Cream, Wednesday 07 January 2026

Images courtesy of Sejauh Mata Memandang

Ketika Seni, Mode, dan Dialog Sosial Bertemu

Di kota yang hidup dari dialog dan imajinasi, seni dan fesyen kerap bertemu dalam percakapan yang personal.

Percakapan itulah yang kembali dihadirkan oleh SEJAUH MATA MEMANDANG (SMM) dan EKO NUGROHO melalui Republik Sebelah Mata Edisi Jogja. Berangkat dari perjalanan kolaborasi yang sebelumnya diperkenalkan di panggung Jakarta Fashion Week 2025 serta ruang pamer Plaza Indonesia, edisi ini membawa narasi visual tersebut ke ruang yang terasa lebih dekat dan membumi—bukan sekadar melanjutkan jejak, tetapi memperdalam dialog antara seni, tekstil, dan cara pandang.

Berlokasi di DGTMB Shop, Sleman, Yogyakarta, pameran sekaligus toko pop-up ini hadir sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026. Ruang DGTMB diolah sebagai arena perjumpaan: tempat seni rupa kontemporer, praktik tekstil sirkular, dan refleksi sosial saling bertaut dalam pengalaman yang cair dan intim.

Di lantai pertama, pengunjung menemukan rangkaian produk kolaborasi SMM × EKO NUGROHO yang dipresentasikan berdampingan dengan koleksi reguler Sejauh Mata Memandang serta art merchandise DGTMB. Penataan ini menciptakan dialog visual yang organik—antara busana berkesadaran dan ekspresi artistik yang kritis, namun tetap playful.

Presented by Magran Living

Pengalaman berlanjut ke lantai dua, di mana instalasi karpet bermotif ayam ikonis menjadi titik fokus ruang. Karpet yang diproduksi khusus oleh Fio Carpet ini merefleksikan elemen visual yang sebelumnya hadir di runway DEWI Fashion Knights dalam rangkaian JFW lalu, lalu dihadirkan kembali sebagai bagian dari narasi spasial. Sebuah layar besar menampilkan dokumentasi perjalanan kolaborasi, mempertemukan momen peragaan busana dan proses kreatif dalam satu rangkaian visual.

Masih di lantai yang sama, enam look ikonis dari koleksi Republik Sebelah Mata ditampilkan dalam ruang dengan proyeksi visual dinamis. Permainan cahaya, bayangan, dan ritme gerak menghadirkan suasana imersif yang mencerminkan pendekatan khas EKO NUGROHO—ceria di permukaan, reflektif di baliknya.

Bagi Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang, kehadiran edisi Jogja memiliki makna tersendiri. “Membawa Republik Sebelah Mata ke Yogyakarta terasa seperti membuka ruang dialog yang lebih intim. Ini adalah kota tempat Mas Eko tinggal dan berkarya—ruang yang akrab dengan keberagaman perspektif. Kami ingin karya ini tidak hanya dilihat, tetapi benar-benar dirasakan,” tuturnya.

Nada personal juga datang dari EKO NUGROHO. “Membawa pameran ini ke Jogja terasa seperti mengembalikan energi karya ke tempat ia tumbuh. Saya berharap ruang ini bisa memantik percakapan baru dengan publik, dengan cara yang santai namun reflektif,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar pameran, Republik Sebelah Mata Edisi Jogja menjadi ruang singgah—tempat seni dan fesyen bertemu tanpa jarak, membuka kemungkinan tafsir, dan mengajak pengunjung melihat dari sudut yang berbeda.

Magran LivingCoulisse | INK