REVIVING THE LEGACY — TROPICAL INDULGENCE: THE MERU SANUR AND BALI BEACH HOTEL
Published by Sugar & Cream, Monday 12 January 2026
Photo & video courtesy of Yolodi + Maria Architects & The Meru Sanur and Bali Beach Hotel
Book Launch and Exhibition, A Celebration of Modern Heritage
Ada sesuatu yang istimewa di Sanur menjelang akhir tahun—sebuah pameran dan peluncuran buku yang merayakan perjalanan panjang Bali Beach Hotel. Pada 23 Desember 2025, peluncuran buku Tropical Indulgence: The Meru Sanur and Bali Beach Hotel yang berlangsung bersamaan dengan pembukaan pameran Reviving the Legacy menjadi momen reflektif bagi kawasan ini, yang sejak lama menyimpan lapisan sejarah, memori, dan perubahan. Bertempat di The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, acara ini menandai kebangkitan kembali ikon arsitektur modernis era Presiden Soekarno dalam konteks kehidupan masa kini.

Alih-alih membangun ulang secara literal, proyek ini memilih untuk mendengarkan kembali apa yang telah ada. Warisan tidak diperlakukan sebagai artefak yang dibekukan, melainkan sebagai pijakan untuk melangkah ke depan secara bertanggung jawab—sebuah pendekatan yang menempatkan sejarah sebagai bagian dari kehidupan yang terus bergerak. Pandangan ini sejalan dengan pemikiran Prof. Johannes Widodo, akademisi konservasi arsitektur, yang menyampaikan, “Arsitektur dan aturan tradisional Bali bukan tentang melestarikan masa lalu, melainkan tentang membentuk masa depan berlandaskan etika lingkungan.”

Pendekatan tersebut diterjemahkan oleh Yolodi + Maria Architects melalui prinsip preservasi, konservasi, serta penambahan yang sensitif. Elemen dan struktur utama bernilai historis dipertahankan, sementara intervensi baru diperkenalkan dengan kehati-hatian untuk membangun dialog yang seimbang dengan bangunan eksisting—tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Presented by Magran Living
Bagi para arsiteknya, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel dirancang sebagai sebuah perjalanan lintas waktu, bukan sekadar transformasi visual, “The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel dirancang sebagai sebuah dialog lintas waktu, yang menghidupkan kembali jiwa warisan arsitektur modern Bali Beach Hotel, sekaligus merespons kebutuhan dan nilai abad ke-21. Dalam pendekatan ini, arsitektur diposisikan sebagai medium yang merekam memori, sejarah, dan proses transformasi.”

Kemewahan dalam proyek ini hadir secara tenang dan membumi. Alam tropis tidak menjadi latar, melainkan pengalaman yang membentuk cara ruang dirasakan—melalui cahaya, udara, dan ritme keseharian, “Dalam perancangan The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, alam tropis tidak diperlakukan sebagai latar semata, melainkan sebagai bagian integral dari pengalaman arsitektur di mana iklim, ruang, dan manusia saling terhubung sebagai bentuk kemewahan paling mendasar,” tambah sang arsitek.

Gagasan dan proses tersebut dirangkum dalam buku Tropical Indulgence: The Meru Sanur and Bali Beach Hotel. Lebih dari sekadar dokumentasi proyek, publikasi ini disusun sebagai narasi visual dan reflektif yang memadukan esai, fotografi, gambar arsitektur, serta sketsa desain—mengajak pembaca menelusuri sejarah Sanur sekaligus memahami proses perancangan dan penafsiran ulang warisan arsitektur untuk kehidupan masa kini.

David Hutama, sang penulis buku Tropical Indulgence: The Meru Sanur and Bali Beach Hotel, merangkum posisi proyek ini dengan sederhana namun tegas, “The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel hadir sebagai penanda baru di jantung kawasan The Sanur, sebuah proyek pengembangan terpadu berskala besar yang menempatkan kembali Sanur sebagai destinasi unggulan pariwisata kesehatan dan kebugaran.”

Pameran Reviving the Legacy, yang dibuka untuk publik mulai 24 Desember 2025 hingga 28 Februari 2026, digelar di hadapan mural batu bersejarah karya Harijadi Soemadidjaja atas komisi Presiden Soekarno. Melalui dua narasi utama—Reading Bali Beach dan Creation of The Meru Sanur—pameran ini mengajak pengunjung membaca ulang masa lalu sekaligus memahami proses penciptaan masa kini.

Bersama-sama, pameran dan peluncuran buku ini menghadirkan The Meru Sanur and Bali Beach Hotel sebagai warisan hidup—bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk terus dialami dan dimaknai seiring waktu.

PORADA UNVEILS THE NEW CUNA LOUNGE BY EMMANUEL GALLINA
Porada presents the new Cuna Lounge by Emmanuel Gallina, offering a first glimpse of the brand’s 2026 collection through a relaxed and refined design...
read moreTUMI IN THE YEAR OF THE HORSE
TUMI marks the Year of the Horse with a Lunar New Year 2026 limited-edition collection, defined by equestrian-inspired details and a spirit of movement.
read moreMAISON MYSTIQUE HOTEL THAILAND — A WHISPER OF LUXURY IN THE SUN
Maison Mystique Hotel in Thailand invites travelers into a world where architecture whispers, nature completes the sentence, and elegance feels...
read moreMONSIEUR DIOR BY ANNE-SOPHIE PIC: HAUTE CUISINE IN BEIJING
Monsieur Dior by Anne-Sophie Pic: new gastronomy address in Beijing where fashion and cuisine converge with quiet elegance.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read morePELUNCURAN PERDANA LEGANO HOME MENGGANDENG AGAM RIADI DI ST REGIS RESIDENCE JAKARTA
Peluncuran perdana LEGANO HOME menggandeng Agam Riadi di St. Regis Residence Jakarta: menyatukan kemewahan dan jiwa dalam sebuah ruang.
read more

