PROMEMORIA 2022 COLLECTION
Published by Sugar & Cream, Monday 18 July 2022
Images Courtesy of Promemoria
‘The Sahel Dessert Essence’
Promemoria, jenama premium ternama dalam dunia furnitur Italia merilis sejumlah koleksi terbaru yang terbilang anggun dan mewah di butik utamanya di via Bagutta,Milan. Promemoria dikenal dengan sofistikasi ketrampilan tangan tingkat tinggi yang digabungkan dengan inovasi teknologi. Koleksi bertajuk ‘The Sahel Dessert Essence’ memperlihatkan kombinasi warna, wangi-wangian dan sensasi dari gurun Sahel.


Romeo Sozzi sebagai perancang utama mendapat ide utama dari pepatah “God created the land with lakes and rivers so that man could live. The desert was added so man could find his soul” yang diinterpretasikannya ke dalam rancangan teranyar yang didorong oleh pencarian bentuk, estetika, dan kesempurnaan baru.

Dibuka dengan koleksi Amarcord Sahel, sebuah kabinet yang menampilkan keindahan bukit pasir pada bagian pintu. Kombinasi kayu mengungkapkan penataan cerdik dari kayu hitam, kenari, pir dan kapur dengan sentuhan kayu bayam. Diikuti oleh koleksi meja Adelphi dari oak wood hitam dengan sistem penyimpanan yang luas. Meja lainnya ialah Bilou Bilou dengan bentuk atas bulat dan kaki beludru yang bersandar ke dalam. Lalu ada Tom Bombadil Cabinet yang memperlihatkan ilustrasi profil desa kuno pemandangan Danau Como yang bisa Anda simak selengkapnya di sini.

Presented by Interni Cipta Selaras

Untuk kursi terdapat Octopussy dan Domino yang memiliki desain bersih nan sederhana. Octopussy terbuat dari oak wood alami dilengkapi dengan marmer travertino noce berwarna kenari. Seperti namanya, kursi ini memiliki delapan kaki layaknya seekor gurita. Sedangkan Domino menampilkan detail perunggu dan sandblasted oak wood dengan lapisan abu-abu. Kursi panjang dengan potongan serbaguna yang dapat menemani duduk santai sambil bercengkerama dengan kerabat.

Dilanjut oleh sofa Ming yang ramah dibalut dengan beludru dalam nuansa pasir dan batu alami. Desain yang terinspirasi dari Asia ini menjalin ikatan budaya yang unik. Dan yang terakhir ialah Pier 50 rancangan Piero Castiglioni. Lampu lantai dari perunggu berwarna gelap ini memiliki konsep modern yang menggabungkan fungsi dan kesederhanaan. (AP)


THE DIOR POP-UP IN JAKARTA : A PARISIAN GARDEN
Dior brings Jonathan Anderson’s Parisian vision to Jakarta, transforming Plaza Senayan into an immersive garden of fashion and theatre.
read moreDIOR AND NOÉ DUCHAUFOUR-LAWRANCE: COROLLE LAMPS (AT MILAN DESIGN WEEK 2026)
Dior Maison and Noé Duchaufour-Lawrance elevate lighting into an act of couture—where glass, bamboo, and light are shaped with the same discipline as...
read moreVENINI X PETER MARINO: CILINDRO CON PIATTO INCALMATO
A contemporary dialogue between VENINI and Peter Marino unfolds through Cilindro con Piatto Incalmato, a sculptural limited-edition collection celebrating...
read moreTOM DIXON UNVEILS AW26 ACCESSORIES
Small in scale, rich in character, Tom Dixon’s AW26 Accessories bring unexpected forms, tactile materials and everyday utility into sharper focus.
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
