Houses of Style and Inspiration
presented by

Microlibrary Warak Kayu by SHAU Indonesia

6.09K

Text by Farida Esti Photography by KIE & team.


Wednesday 09 September 2020

Belajar tak pernah membosankan di Microlibrary Warak Kayu, sebuah perpustakaan mini berdesain unik di Semarang yang berhasil memenangkan Architizer A+ Award 2020.

Menapaki kawasan Taman Kasmaran, Semarang, ada satu bangunan yang mencolok perhatian. Tepat di sisi sungai, berdiri bangunan Microlibrary Warak Kayu yang baru saja dinobatkan sebagai pemenang Architizer A+Awards Popular Choice 2020 kategori Libraries. Microlibrary Warak Kayu berhasil mengungguli peserta lain dari 100 negara dengan jumlah online voting melebihi 400 ribu suara. Sebuah kebanggaan bagi dunia arsitektur Indonesia.

Perpustakaan yang didesain oleh SHAU Indonesia ini memiliki tujuan utama ingin meningkatkan minat baca masyarakat dari bangunan multifungsi berdesain unik. Pembangunannya mendapat dukungan dari banyak pihak. Seperti Pemerintah Kota Semarang yang menyediakan lahan dan surat ijin, sedangkan biaya pembangunan ditanggung oleh Arkatama Isvara Foundation. Microlibrary Warak Kayu tidak memungut biaya apapun dan dikelola oleh charity group berbasis di Semarang, Harvey Center.

SHAU Indonesia mendesain arsitektur bangunan dengan konsep tropis yang memakai material kayu dari PT Kayu Lapis Indonesia. Penggunaan material kayu ini sekaligus untuk mempromosikan keunggulan produk kayu olahan dan kemampuan manufaktur Indonesia. Desain tropis yang sangat mewakili nusantara adalah lantai perpustakaan yang dibangun meninggi selayaknya rumah panggung tradisional, sehingga bagian bawahnya dapat dimaksimalkan untuk aktivitas produktif lainnya.


Presented by HOME | BAR

Area semi outdoor di bagian bawah  dapat mengakomodasi kegiatan workshop. Di sana terdapat pot tanaman berbentuk persegi panjang sebagai pembatas area. Agar area tersebut semakin playful, SHAU Indonesia menyediakan ayunan kayu besar yang akan menarik perhatian anak-anak. Masih di area yang sama, tersedia tangga yang berperan ganda sebagai tempat duduk berkonsep tribun untuk menyaksikan presentasi ataupun film.

Setelah menaiki tangga, barulah akan dijumpai perpustakaan dengan jaring besar di mana pengunjung dapat berbaring dan membaca. Dari jaring ini, pengunjung tetap bisa berinteraksi dengan keluarga atau kawan di area bawah. Tersedia juga kursi beserta meja besar dan boks kayu panjang di samping tangga yang bisa dijadikan pilihan untuk tempat duduk.

Bagian terpenting dalam desain perpustakaan adalah ventilasi silang yang menyejukkan sehingga tak perlu lagi memakai pendingin ruangan. Ventilasi ini juga menjadi celah masuknya cahaya alami guna menghemat pemakaian energi listrik. Microlibrary Warak Kayu memiliki façade brise-soleil yang terinspirasi oleh Zollinger Bauweise, sebuah sistem konstruksi berpola berlian yang populer di Jerman tahun 1920an. Pola ini mirip dengan susunan wajik pada sisik naga Warak Gendong, hewan mitologi Semarang yang mana namanya dipakai pada proyek microlibrary ini.

Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 91 meter persegi tersebut memakai material kayu bersertifikat Forest Stewardship Council (FSC). Produk kayu yang digunakan cukup bervariasi, antara lain plywood berbasis kayu Meranti pada eksterior bangunan. Ada pula Finger Joint Laminate dari kayu Bangkirai untuk struktur kolom dan balok, jenis kayu ini dikenal memiliki ketahanan akan cuaca yang tinggi. Seluruh material kayu dibuat secara fabrikasi di pabrik lalu diangkut ke lokasi. Dengan cara ini, waktu konstruksi bisa lebih cepat dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Data info
Location: Taman Kasmaran, Semarang, Central Java, Indonesia
Latitude: -6.990947, Longitude: 110.406479
Gross Floor Area: 182m2
Construction costs: 75.000 USD
Site area: ~1000m2
Footprint: 91m2
Building height: 6.65 m

Credit
Philanthropy – Arkatama Isvara Foundation: Michael Sutanto, Yessica Leoni Suryaharja
Architect – SHAU Indonesia: Florian Heinzelmann & Daliana Suryawinata with Rizki Maulid Supratman, Muhammad Ichsan, Alfian Reza Almadjid, Multazam Akbar Junaedi
Structural Engineer: Joko Agus Catur Wibowo
Research & Prefabrication- PT. Kayu Lapis Indonesia: Andre Sulistyo Purnomo, Dondong Budjianto, Purnomo, Bob Wani, Yosep Bayu Setiyawan
Contractor: RAH Contractor