presented by

LEVI’S® “BLUE TAB COLLECTIVE”

SHARE THIS
58

Published by Sugar & Cream, Friday 16 January 2026

Images courtesy of Levi’s®

Soroti Spirit Craftsmanship Bersama Empat Culture Catalysts Indonesia

Denim sering menjadi pilihan yang relevan digunakan untuk berbagai aktivitas. Salah satu pelopor blue jean dan pionir denim, Levi’s® telah lama dikenal akan keahliannya dalam meramu kenyamanan pada setiap lini produknya. Kali ini lewat koleksi terbarunya, Blue Tab™, Levi’s® menghadirkan ekspresi paling premium dan artistik dari seni pembuatan denim. Koleksi ini merayakan kemurnian denim Jepang melalui potongan elegan yang memadukan tradisi klasik dan sentuhan modern.

Untuk merayakan koleksi Blue Tab™, Levi’s® mempersembahkan “Blue Tab Collective” – sebuah digital lookbook yang menghadirkan empat figur kreatif dalam kultur dan tren yang merepresentasikan spirit craftsmanship dalam konteks budaya modern. Melalui kampanye ini, Levi’s® mengeksplorasi detail, konstruksi, dan ekspresi personal yang dapat berpadu menjadi sebuah bahasa visual yang relevan untuk generasi dinamis hari ini.

Digital lookbook yang melibatkan empat figur kreatif dari latar berbeda: Priscilla Jamail, Helen Hiu, Kent Hadi, dan Michael Killian. Mereka tidak hanya penggemar denim, tetapi creator yang membawa perspektif baru tentang bagaimana karya seni dapat hidup dalam musik, fashion, desain, hingga storytelling digital.

Presented by Coulisse | INK

Stiffen Andika, Country Marketing Lead, PT Levi Strauss Indonesia, berkata “Konsumen Levi’s® di Indonesia, terutama di kota besar, adalah pengguna setia yang memahami nilai sebuah pakaian. Bagi mereka, denim bukan hanya tentang tampilan, tetapi juga tentang cerita dan rasa percaya diri yang dibawanya. Blue Tab™ kami hadir sebagai penghargaan bagi komunitas ini, yaitu mereka yang mampu menggabungkan tradisi, kreativitas dan gaya hidup urban dengan cara yang paling natural.”

Bagi Michael Killian, creative director dan desainer di balik Zodiac Jakarta, desain yang presisi dan terukur menjadi refleksi dari nilai craftsmanship yang menjadi landasan Blue Tab™. Sementara itu, Priscilla Jamail, seorang musisi dan vokalis dari band elektronik Goodnight Electric menganggap denim sebagai medium yang lentur, mampu mengikuti perjalanan identitas dan ekspresi diri.

Sedangkan, Kent Hadi – desainer sekaligus tastemaker – soroti hubungan denim dengan heritage. Baginya, denim menjadi simbol lintas generasi yang terus berevolusi. Kent menghadirkan interpretasi gaya yang menghubungkan tradisi dengan relevansi kontemporer, menekankan bagaimana craftsmanship mampu menjembatani masa lalu dan masa kini.

Menurut model dan figur publik Helen Hiu, bentuk dan siluet selalu mengungkapkan karakter. Ketika dibuat dengan presisi dan mengikuti gerak tubuh secara natural, keindahannya terasa tanpa perlu dijelaskan. Hal ini terlihat dari kenyamanan Helen dalam memperagakan sensibilitas visual yang tenang dan refined – menegaskan siluet dan tekstur yang menjadi ciri khas Blue Tab™.

Melalui Blue Tab Collective, Levi’s® kembali menegaskan bahwa denim bisa menjadi ruang dialog lintas disiplin—dari musik hingga fashion, dari desain hingga storytelling digital. Koleksi Blue Tab™ menonjolkan kesempurnaan denim Jepang lewat konstruksi yang istimewa, siluet utilitarian yang diperkaya dengan bentuk-bentuk skulptural, serta detail menawan. Dengan siluet yang diperbarui dan detail berkarakter, koleksi ini menafsirkan denim Jepang secara segar dan modern.

Koleksi ini menghadirkan interpretasi premium dari denim Jepang, dengan perpaduan konstruksi utilitarian, siluet tegas, dan tailoring berkarakter. Setiap potongan dilengkapi label Blue Tab™ sebagai penanda kualitas dan ekspresi desain yang lebih elevated. Melalui digital lookbook ini, Levi’s® mengajak publik melihat Denim sebagai ruang dialog lintas disiplin kreatif. (DR)

Magran LivingInterni Cipta SelarasCoulisse | INK