LECTURE SERIES ON KOREA-INDONESIA CONTEMPORARY ART #3 AND WORKSHOP “NATURAL WONDERS: MICROSCOPIC BOTANY WORLD”
Published by Sugar & Cream, Friday 06 September 2024
Images courtesy of Korea Foundation, ARCOLABS, Lokus Foundation
Explore Arts and Environment
ARCOLABS, dengan dukungan dari Korea Foundation, mengundang Soyo Lee dan Syaiful Aulia Garibaldi untuk memberikan kuliah umum daring pada 15 Agustus 2024 lalu. Kedua seniman tersebut akan menggabungkan penyelidikan ilmiah dan ekspresi artistik untuk mengeksplorasi cara-cara baru berinteraksi dengan alam dalam praktik artistik mereka.

Soyo Lee – Notes to Illustrations of Josen Plants. A selection of Toxic Plants (2021)
Program “Art&Nature” ARCOLABS merupakan bagian dari edisi ketiga Lecture Series on Korea-Indonesia Contemporary Art #3, yang didukung oleh Korean Foundation, yang bertujuan untuk mempromosikan pertukaran antara seni dan budaya Indonesia dan Korea.

Soyo Lee – Plastiquity (2023)
Soyo Lee adalah seniman yang mengkhususkan diri dalam sejarah biologi Korea Selatan, dengan fokus pada representasi visual dalam literatur sejarah alam. Penelitiannya melibatkan tinjauan literatur dan kerja lapangan, yang menghasilkan instalasi, teks naratif, dokumen, dan spesimen biologis. Sedangkan, Syaiful Aulia Garibaldi yang lebih dikenal Tepu, seniman kontemporer dengan latar belakang agronomi dan ilmu lingkungan, menciptakan seni eksperimental dalam berbagai bentuk seperti instalasi, lukisan, gambar, cetakan, dan video. Karyanya menyoroti kekuatan mikroorganisme sebagai simbol kehidupan dan kematian, memamerkan unsur-unsur ilmiah.

Presented by Melandas Indonesia
Hyun Soo Choi, Direktur Korea Foundation Jakarta sangat antusias mendukung Arcolabs dalam Lecture Series on Korea-Indonesia Contemporary Art, yang bertujuan untuk menyediakan wadah bagi pertukaran yang bermakna antara seniman dan audiens dari berbagai latar belakang dalam seni dan sains, demi memahami lingkungan yang berubah dengan cepat.

Soyo Lee – Jasan-urbo, a pictureless natural history (2017)
ARCOLABS dan Korea Foundation berkolaborasi untuk menyelenggarakan lokakarya seni dan sains, “Natural Wonders: Microscopic Botany World “ pada 24 Agustus 2024 lalu bekerja sama dengan Lokus Foundation. Acara tersebut, bagian dari rangkaian kuliah kolaboratif ketiga ARCOLABS untuk Korea-Indonesia Contemporary Art, melibatkan berbagai kegiatan seperti membuat mikroskop, mengamati objek alam, dan mengekspresikan pengamatan melalui seni. Lokakarya ini terbuka untuk anak-anak dan orang dewasa.

Syaiful Aulia Garibaldi – Pink Oyster Tissue (2021), Bandung
Lokus Foundation of Art and Science menyelenggarakan lokakarya yang berfokus pada kolaborasi interdisipliner antara seni, sains, dan teknologi, serta bertujuan untuk menyelaraskan pemikiran kita tentang pentingnya lingkungan bagi masyarakat kontemporer dan mendorong para peserta untuk menggunakan foldscopes guna menciptakan landasan bagi hubungan bilateral Korea-Indonesia di bidang lingkungan dan ekologi.

Syaiful Aulia Garibaldi – Plaster Mushroom (2024), Basel
Lokakarya dibagi menjadi dua sesi ini dirancang untuk memupuk persahabatan antara komunitas Korea dan peserta Indonesia. Tujuannya adalah untuk memahami perubahan lingkungan yang cepat dan bagaimana para seniman menanggapinya melalui media seni baru. Lokakarya ini diselingi dengan kuliah umum tentang topik yang sama oleh seniman Soyo Lee dan Syaiful Aulia Garibaldi pada 15 Agustus 2024 lalu.

Lokakarya Seni & Sains di Lokus Foundation
Hyun Soo Choi, Director of Korea Foundation Jakarta, menekankan pentingnya memahami lingkungan kita dan mengambil tindakan untuk merawatnya, dengan menyatakan bahwa seni berfungsi sebagai cara yang bagus bagi orang dewasa dan anak-anak untuk terhubung.

Lokakarya Seni & Sains di Lokus Foundation
Dan, Jeong Ok Jeon, Director of Arcolabs menambahkan bahwa kemitraan dengan Korea Foundation, melalui hubungan mendalam antara seni, sains, dan budaya, serta mengusulkan untuk menyoroti kemampuan seni kontemporer dalam menantang konsep ilmiah dan menawarkan perspektif baru tentang interaksi alam melalui program ceramah umum dan lokakarya.

Lokakarya Seni & Sains di Lokus Foundation
LIVING DIVANI PRESENTS ECHOES OF SNOWLIGHT
In Echoes of Snowlight, Living Divani distills winter into a quiet dialogue of light and material, where festive accents meet timeless design.
read moreDESIGNS IN THE PANTONE 2026 COLOUR OF THE YEAR: CLOUD DANCER
Chosen as the PANTONE 2026 Colour of the Year, Cloud Dancer frames design through subtlety, sculptural form, and an effortless sense of timeless grace.
read moreA HIDDEN CULINARY ESCAPE IN KEBAGUSAN: NEBBRS COFFEE & EATERY
Located in Kebagusan, South Jakarta, Nebbrs Coffee & Eatery is a hidden culinary destination offering all-day dining, signature coffee, and a relaxed...
read moreDEWI FASHION KNIGHTS 2025 PRESENTS “NUSANTARA” FEATURING TULOLA, SAPTO DJOJOKARTIKO, AND SEBASTIAN GUNAWAN SIGNATURE
Dewi Fashion Knights (DFK) hari kedua kembali hadir di panggung Jakarta Fashion Week 2026 dengan gelaran eksklusif bertema “Nusantara” yang melibatkan...
read moreSÉANCE, A REFLECTION ON ADRIAN GAN COUTURE’S 40 YEARS IN FASHION
Step into SÉANCE, a reflection on Adrian Gan Couture’s 40 years in fashion—where each gesture is deliberate and every detail refined with impeccable...
read moreCIERRE1972 PRESENTS BELT AND MAC: TWO ARMCHAIRS DEFINED BY CONTEMPORARY ELEGANCE
Cierre1972’s Dynamic Duo, Defined by Contemporary Elegance
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read morePELUNCURAN PERDANA LEGANO HOME MENGGANDENG AGAM RIADI DI ST REGIS RESIDENCE JAKARTA
Peluncuran perdana LEGANO HOME menggandeng Agam Riadi di St. Regis Residence Jakarta: menyatukan kemewahan dan jiwa dalam sebuah ruang.
read more

