presented by

DEWI FASHION KNIGHTS 2025 PRESENTS “NUSANTARA” FEATURING TULOLA, SAPTO DJOJOKARTIKO, AND SEBASTIAN GUNAWAN SIGNATURE

SHARE THIS
1.04K

Published by Sugar & Cream, Friday 09 January 2026

Images courtesy of JFW/DFK

Kolaborasi apik TULOLA, Sapto Djojokartiko, dan Sebastian Gunawan Signature untuk Dewi Fashion Knights 2025 di JFW 2026

Dewi Fashion Knights (DFK) kembali tampil memikat dan mencuri hati pecinta fashion melalui gelaran eksklusif bertema “Nusantara” yang melibatkan beberapa fashion designer ternama. Sebagai puncak perayaan mode Jakarta Fashion Week 2026, DFK menjadi wujud keindahan yang lahir dari akar budaya dan interpretasi modern. Diselenggarakan pada 1-2 November 2025, DFK hari kedua menampilkan karya TULOLA, Sapto Djojokartiko, dan Sebastian Gunawan Signature. Di babak kedua Dewi Fashion Knights ketiga ksatria ini menafsirkan warisan dan keindahan Indonesia melalui karya yang memadukan tradisi dan visi masa kini.

Di atas panggung JFW 2026, TULOLA menonjolkan nuansa emas dengan perpaduan sarung dan korset, menghadirkan kesan elegan yang berakar pada tradisi, tetapi tetap berkesan modern. Dilanjutkan oleh Sapto Djojokartiko mengonstruksi wastra bagaikan rancang bangun modernis. Di tangannya, kain-kain tenun menjelma serupa arsitektur membentuk harmoni antara keanggunan dan ekspresi bebas. Sementara Sebastian Gunawan Signature yang menegosiasikan binari gender, di mana kebaya dibesut maskulin, berpasangan dengan femininitas kain-kain batik.

TULOLA
Koleksi “Angin Sabana” dari TULOLA adalah sebuah refleksi spiritual yang mendalam, melampaui sekadar perhiasan semata. Motif-motif ikonik seperti tarian Janger, Tae Benu, dan Pajoge disajikan bersama ukiran anyaman yang melambangkan ikatan personal dan kolektif. TULOLA telah berhasil menjahit benang merah kebijaksanaan timur Indonesia, membawanya sebagai statement kemewahan yang memiliki narasi kuat.

TULOLA

​Panggung Jakarta Fashion Week (JFW) kemudian bertransformasi menjadi kanvas teatrikal yang sakral, dibuka dengan Koâloes—teriakan nyanyian sabana yang memanggil. Empat penari dan pendoa dari Indonesia Timur melangkah, mengiringi model dengan lantunan gitar kaesmeto yang magis. Dihiasi perhiasan TULOLA, dua belas model berjalan, tubuh mereka menjadi narator perjalanan spiritual yang elegan dan penuh makna.

TULOLA


Presented by Coulisse | INK

Sapto Djokokartiko
Koleksi capsule SAPTOJO Heritage untuk Spring/Summer 2026 adalah sebuah meditasi elegan tentang waktu, ingatan, dan seni penuaan yang indah (patina). Di tengah arus inovasi yang bergerak cepat, Sapto Djojokartiko secara berani memalingkan pandangan ke belakang, merayakan ketidaksempurnaan dan sejarah yang melekat pada benda-benda berharga. Setiap garmen dalam koleksi ini adalah perwujudan ulang semangat leluhur, sebuah vessel yang menceritakan kembali sejarah melalui lensa modern yang chic.

Sapto Djokokartiko

​Karya-karya ini memeluk Songket Bali, di mana benang-benang metaliknya berkilau lembut seperti jejak-jejak ingatan yang berharga. Detail sulaman dan ukiran Bali yang rumit kini diadaptasi menjadi linework yang terasa akrab namun terlahir kembali dengan segar dan berjiwa. Filosofi estetika utama merayakan kekurangan: tepi yang terurai halus dan tekstur yang tidak merata sengaja dipertahankan sebagai tanda keaslian.

Sapto Djokokartiko

Sebastian Gunawan Signature
Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese mempersembahkan koleksi terbarunya, “Kembang Jiwa”, sebuah simfoni visual yang merayakan kedalaman budaya Indonesia. Batik disajikan sebagai jiwa, kebaya sebagai raga, sementara reinterpretasi global bertindak sebagai sayap yang membawa koleksi ini melintas batas waktu. Kolaborasi dengan EPA Jewelry dan batik Agam Riadi semakin memperkaya narasi busana ini, menegaskan identitas yang menjembatani tradisi dan inovasi berkelas.

Sebastian Gunawan Signature

​Berakar pada keindahan batik, koleksi ini secara artistik menampilkan kebaya dalam siluet-siluet modern yang memancarkan kehalusan sekaligus kekuatan feminin. Bentuk tradisional kebaya diolah menjadi ekspresi baru, melalui drapery yang lembut hingga struktur yang tajam dan kontemporer. Melalui “Kembang Jiwa”, Sebastian Gunawan dengan elegan menegaskan kembali visinya: fashion Indonesia adalah warisan hidup yang melampaui ruang dan waktu.

Sebastian Gunawan Signature

Magran LivingInterni Cipta SelarasCoulisse | INK