presented by

DEWI FASHION KNIGHTS 2025: MANIFESTASI WASTRA NUSANTARA DALAM BALUTAN KONTEMPORER

SHARE THIS
2.92K

Published by Sugar & Cream, Tuesday 16 December 2025

Images courtesy of JFW/DFK

Kolaborasi apik TANGAN Privè, KRATON by Auguste Soesastro, dan TOTON untuk Dewi Fashion Knights 2025 di JFW 2026

Dewi Fashion Knights (DFK) kembali tampil memikat dan mencuri hati pecinta fashion melalui gelaran eksklusif bertema “Nusantara” yang melibatkan beberapa fashion designer ternama. Sebagai puncak perayaan mode Jakarta Fashion Week 2026, DFK menjadi wujud keindahan yang lahir dari akar budaya dan interpretasi modern. Diselenggarakan pada 1-2 November 2025, DFK hari pertama menampilkan karya TANGAN Privé, KRATON Auguste Soesastro, dan TOTON. Ketiganya mengimajinasikan ulang tekstil tradisional dengan pendekatan kontemporer, menghadirkan persimpangan indah antara warisan dan modernitas.

TANGAN Privé

TANGAN Privé membawakan koleksi memukau dengan payet-payet berkilau dalam sentuhan perak. KRATON Auguste Soesastro menampilkan koleksi potongan unik yang berpadu dengan wastra terinspirasi dari pesona Bali. Sementara TOTON menghadirkan dekonstruksi berpakaian, membangun rupa nusantara dalam balutan kontemporer. Setiap detail, warna, dan siluet mengisahkan narasi perjalanan budaya yang diolah dengan sensibilitas tinggi. Pertunjukan ini menjadi manifestasi dari tradisi dalam inovasi yang terus berevolusi seiring perkembangan zaman.

TOTON

Presented by Coulisse | INK

TANGAN Privé
TANGAN Privé merayakan satu dekade perjalanannya dengan mempersembahkan 18 looks yang menyusunan ulang tradisi Nusantara dari masa lalu maupun masa depan. Dengan cerdas TANGAN Privé mengeksplorasi memori dan bentuk dalam wujud yang struktural. Teknik korset dan bustier bertindak sebagai tulang punggung desain busana, tersembunyi di balik interpretasi kebaya dan mantel bersiluet tegas. Menswear pada koleksi ini hadir dengan tailoring yang menenagkan, sedangkan womenswear dengan gaun malam bervolume tinggi yang memperkuat craftsmanship khas TANGAN Privé.

Koleksi TANGAN Privé makin sempurna lewat kolaborasi dengan Mahija untuk perhiasan yang tak hanya sebagai ornamen tapi juga terintegrasi dengan setiap material busana. Ada pula Rajnik untuk alas kaki dengan signature motifnya semakin memperkaya narasi. Setiap karya adalah dialog abadi antara tradisi dan modernitas, membuktikan bahwa TANGAN Privé adalah master dalam membangun busana yang berkarakter dan berjiwa.

KRATON Auguste Soesastro
Di bawah arahan Auguste Soesastro, KRATON menampilkan koleksi couture yang menafsirkan ulang pelabuhan dagang kuno Sumatra (Swarnadwipa) serta merayakan perpaduan budaya (melting pot) yang menjadi fondasi multi-etnis Indonesia. Pameran “Port Cities” (1500-1900-an) menjadi inspirasi KRATON untuk menggabungkan tekstil dunia yang opulen, mulai dari jacquard India, brocade Jepang, songket Sumatera, dan batik Jambi. Koleksi ini mengeksplorasi pola dan warna bold yang berada di luar zona nyaman KRATON namun tetap mempertahankan siluet arsitektural khas label.

TOTON
Pada koleksi “REGANG”, TOTON menyelami lautan emosional dan historis yang dalam, lalu berlabuh di pulau yang dijuluki Swarnadwipa, Sumatra. Kemudian dimulai dari Aceh, daerah istimewa yang kaya akan kisah perempuan pejuang ini menjadi titik tolak eksplorasi, bukan hanya dari cara berpakaian adatnya tapi juga kekayaan alam dan budaya. Terdiri dari 16 tampilan yang berdasar pada kebaya panjang dan baju kurung. Eksplorasi siluet dari kain yang disampirkan juga dililitkan di badan, dipertemukan dengan tailoring bernuansa militer.

Masih setia pada upaya berkelanjutan, bahan-bahan daur ulang serta bahan yang tersedia di studio TONTON dimodifikasi dengan berbagai teknik. Pewarnaan dan pemasangan manik-manik dengan cermat dikerjakan menggunakan tangan. Koleksi TOTON “REGANG” ini tak hanya menegaskan pesan akan keberlanjutan dan kekuatan perempuan, namun juga terselip doa untuk Indonesia agar bisa benar-benar kembali digdaya, bukan semata-mata sisa cerita dari masa yang lampau.

Magran LivingCoulisse | INK