presented by

21 CARPENTER — BREATHING DESIGN INTO THE SOUL OF SINGAPORE’S HISTORY

SHARE THIS
70

Published by Sugar & Cream, Friday 29 August 2025

Images courtesy of 21 Carpenter

WOHA Revives the Charm of a Historic Hotel

Stepping into 21 Carpenter feels like opening the first page of a storybook. Not one covered in dust and forgotten, but a tale that still breathes—whispering between old walls and the glow of the city.

Opened in December 2023, the hotel occupies a building that once housed a remittance company—one of the earliest chapters in Singapore’s banking history. Perfectly placed between the vibrant nightlife of Clarke Quay and the nostalgic flavors of Chinatown, it’s where the city’s fast rhythm pauses to catch its breath.

“We wanted 21 Carpenter to be more than just a place to stay,” says Tarun Kalra, General Manager. “We wanted every guest to feel like they are part of Singapore’s story—touching the past while looking toward the future.”

Presented by Coulisse | INK

Weaving the Past Into Today
The heart of 21 Carpenter is formed by four 1930s shophouses, their facades still adorned with Shanghai plaster that once bore witness to the lives of migrant workers. Back then, this was the office of Chye Hua Seng Wee Kee remittance company, founded by Lee Wee Nam, who later co-founded OCBC.

WOHA Architects restored the building with thoughtful precision. The historic facade remains intact, now embraced by a five-story modern extension—a perforated aluminum skin that plays with light and air. Etched across it are poems from old remittance letters, in English and Mandarin, as if still sending echoes of longing.

Inside, aged Chengal timber floors blend with bespoke furnishings inspired by Asian modernism and Art Deco. Even the headboards in each room take cues from calligraphic strokes, carrying history straight into the space of rest.

“We wanted the past to feel alive—not just as decoration, but as part of the experience,” says Richard Hassell, Founding Director of WOHA.

A Space to Slow Down
The Heritage Wing offers 26 rooms, including a spacious two-bedroom suite, exuding intimacy and elegance. The Urban Wing, in contrast, rises with expansive windows framing Marina Bay and the city skyline like a living canvas.

Guests can unwind on the lush Garden Terrace, or retreat to the Rooftop Infinity Pool & Lounge—Singapore’s first open-air stainless steel pool—where afternoons linger and nightfall arrives gently.

Kee’s: Stories Served on a Plate
On the ground floor, Kee’s Neo-Bistro & Bar is where history and flavor meet. Led by Michelin-starred chef Andrew Walsh, the menu reimagines European classics with local accents. The name “Kee’s” itself pays homage to the 1936 remittance office that once stood here.

“We wanted Kee’s to be a place where people linger—where conversations stretch, and life is savored without rush,” says Glynn Tay, Director of F&B.

Art and Local Warmth
Art is not mere decoration at 21 Carpenter—it is the pulse that binds past and present. A towering tapestry by Heman Chong in the lobby, a rooftop mural by Dawn Ang, paintings by Ruben Pang, Khairulddin Wahab, and Jamie Teo, as well as textiles by emerging artist Liu Liling, all converse with the building. Local touches continue through ceramics, floral arrangements, and robes created by In Good Company.

“The art curation here is about letting the building tell its story through creativity,” says Talenia Gajardo of The Artling.

Sustainability, Quietly Lived
At 21 Carpenter, sustainability isn’t loudly proclaimed—it is felt in the details. Perforated aluminum panels soften the tropical heat, 16 solar panels crown the rooftop, refillable water stations replace plastic, and bath amenities are offered in reusable dispensers. Local materials and crafts support artisans and homegrown producers.

Leaving With a Story
21 Carpenter is more than a hotel. It is a narrative you step into—inviting you to remember and to imagine. Each corridor is a chapter, each room a page, each encounter a new line in a story still unfolding.

“We want guests to leave with warm memories and fresh dreams,” adds Tarun. “Because at 21 Carpenter, Singapore’s story continues.”

For more information, visit www.21carpenter.com.sg

21 Carpenter
21 Carpenter Street, Singapore 059984
+65 6373 6988

Images courtesy of 21 Carpenter

WOHA Revives the Charm of a Historic Hotel

Begitu melangkah masuk ke 21 Carpenter, rasanya seperti melangkah ke halaman pertama sebuah buku cerita. Bukan cerita yang berdebu dan terlupakan, tapi kisah yang masih bernapas, yang mengalun di antara dinding-dinding tua dan cahaya kota.

Dibuka pada Desember 2023, hotel ini menempati bangunan yang dulunya rumah pengiriman uang—tempat di mana langkah awal perbankan Singapura dimulai. Lokasinya strategis, di antara riuhnya Clarke Quay yang penuh warna malam dan aroma kuliner Chinatown yang membawa pulang kenangan. Di sinilah, ritme cepat kota bertemu dengan ruang untuk berhenti sejenak.

“Kami ingin 21 Carpenter lebih dari sekadar tempat menginap,” ujar Tarun Kalra, General Manager. “Kami ingin setiap tamu merasa mereka sedang menjadi bagian dari kisah Singapura—menyentuh masa lalu sambil melihat ke masa depan.”

Presented by Coulisse | INK

Menyulam Masa Lalu ke Dalam Hari Ini
Bangunan inti 21 Carpenter adalah empat rumah toko dari era 1930-an, fasadnya masih memamerkan plester gaya Shanghai yang dulu jadi saksi perjalanan para pekerja migran. Dahulu, inilah kantor remitansi Chye Hua Seng Wee Kee milik Lee Wee Nam—tokoh yang kemudian ikut mendirikan OCBC.

WOHA Architects merestorasi bangunan ini dengan detail yang penuh rasa. Fasad lamanya dipertahankan, lalu dipeluk oleh ekstensi lima lantai yang modern—balutan aluminium berperforasi yang memantulkan cahaya dan udara, dihiasi puisi dari surat-surat remitansi, dalam bahasa Inggris dan Mandarin, yang seolah masih mengirimkan rindu.

Di dalam, lantai kayu Chengal tua berpadu dengan furnitur rancangan khusus bergaya modernis Asia dan Art Deco. Bahkan sandaran kepala di setiap kamar terinspirasi dari goresan kaligrafi lama—membawa cerita langsung ke ruang istirahat.

“Kami ingin masa lalu terasa hadir, tidak hanya sebagai hiasan, tapi sebagai bagian dari pengalaman,” kata Richard Hassell, Founding Director WOHA.

Ruang untuk Menikmati Waktu
Heritage Wing menawarkan 26 kamar, termasuk suite dua kamar tidur yang lapang, memberi rasa akrab sekaligus elegan. Di sisi lain, Urban Wing menjulang dengan jendela-jendela besar yang menangkap pemandangan Marina Bay dan siluet kota seperti kanvas hidup.

Tamu bisa duduk tenang di Garden Terrace yang rindang, atau meluangkan waktu di Rooftop Infinity Pool & Lounge—kolam stainless steel terbuka pertama di Singapura—tempat sore hari terasa lebih panjang dan malam datang dengan lembut.

Kee’s: Cerita yang Tersaji di Atas Meja
Di lantai dasar, Kee’s Neo-Bistro & Bar adalah ruang pertemuan rasa dan sejarah. Dipimpin oleh chef berbintang Michelin, Andrew Walsh, menunya mengajak lidah berkelana: klasik Eropa yang diramu ulang dengan sentuhan cita rasa lokal. Nama “Kee’s” sendiri adalah penghormatan pada kantor remitansi tahun 1936 yang dulu ada di sini.

“Kami ingin Kee’s jadi tempat orang duduk lebih lama, bercakap, dan menikmati hidup tanpa terburu-buru,” ujar Glynn Tay, Director of F&B.

Seni dan Kehangatan Lokal
Seni bukan sekadar dekorasi di 21 Carpenter—ia adalah denyut yang menghubungkan masa lalu dengan hari ini. Tapestry karya Heman Chong yang menjulang di lobi, mural di atap oleh Dawn Ang, lukisan Ruben Pang, Khairulddin Wahab, dan Jamie Teo, hingga tekstil karya seniman muda Liu Liling, semua dipilih untuk berbicara dengan ruang. Sentuhan lokal juga hadir lewat keramik, rangkaian bunga, hingga jubah mandi buatan In Good Company.

“Kurasi seni di sini adalah soal membiarkan bangunan bercerita lewat kreativitas,” kata Talenia Gajardo dari The Artling.

Ramah Lingkungan Tanpa Banyak Bicara
Keberlanjutan di 21 Carpenter tidak perlu diumumkan besar-besaran—ia terasa lewat detail. Panel aluminium yang mengurangi panas tropis, 16 panel surya di atap, stasiun isi ulang air, perlengkapan mandi isi ulang, dan bahan-bahan lokal yang mendukung pengrajin serta produsen setempat.

Pulang dengan Cerita
21 Carpenter bukan sekadar tempat bermalam. Ia adalah kisah yang mengajak kita masuk, mengingat, dan membayangkan. Setiap lorongnya adalah bab, setiap kamar adalah halaman, dan setiap perjumpaan adalah kalimat baru dalam cerita yang belum selesai.

“Kami ingin tamu pulang dengan kenangan yang hangat dan mimpi yang segar,” tambah Tarun. “Karena di 21 Carpenter, kisah Singapura terus berlanjut.”

Info lebih lanjut kunjungi situs https://www.21carpenter.com.sg/.

21 Carpenter
21 Carpenter Street, Singapore 059984
+65 6373 6988

Magran LivingCoulisse | INK