The 4th Jakarta Contemporary Ceramics Biennale (JCCB-4)
Published by Sugar & Cream, Monday 05 December 2016
Text by JCCB-4, Images courtesy of JCCB-4
Galeri Nasional Indonesia – 7 Desember – 22 Januari 2017.
Melalui tema “Ways of Clay : Perspectives Toward the Future”, JCCB akan menampilkan karya-karya dari 43 seniman yang berasal dari 23 negara. Pameran keramik terbesar di Asia Tenggara ini mencoba menafsirkan sejarah sebagai perspektif dalam memahami praktik seni keramik ke depan. Sejarah di sini bukan hanya sejarah seni keramik sebagai sebuah disiplin, melainkan dipahami juga sebagai penggunaan material lempung dan media keramik dalam praktik seni rupa. Dengan kata lain, lempung dan keramik dipisahkan terlebih dahulu dari beban kategoris dirinya. Kenyataan historis menunjukkan penggunaan material lempung dan media keramik tidak bisa dibatasi oleh pengelompokkan kategoris objek estetik yang dibentuk pada masa seni modern. Hingga kini lempung dan keramik selalu menarik perhatian seniman rupa dari berbagai latar belakang. Warisan sejarah inilah yang menjadi premis JCCB untuk selalu melibatkan peserta dari latar belakang bukan pekeramik.

Pameran ini memahami hubungan antara gagasan seniman dan cara berekspresi, di mana perspektif terhadap material dan media mempengaruhi proses kreasi serta apresiasi sebuah praktik seni. “Status” merupakan gambaran kondisi dan keadaan praktik seni keramik, namun serta merta mengandung pengertian politis ketika dihadapkan dalam lingkup sejarah, teori, dan wacana seni rupa. Praktik seni keramik sejak awal mengandung aspek paradoks dalam berbagai level pemahaman sebagai material, media, dan objek. Seperti ephemeral-permanen antara lempung-keramik; rural-kosmopolit antara kerajinan keramik dan desain keramik; atau ekslusifitas-massal antara karya kriya dan produk pabrik. Paradok inilah yang menyebabkan praktik seni keramik selalu berada dalam kondisi yang tidak stabil, namun juga fleksibel dan mengandung mobilitas. Menariknya, justru sifat paradoks ini yang menyebabkan praktik seni keramik bertahan dan menjadi bagian dari zeitgeist seni itu sendiri.

Kini ketika seni didominasi oleh media berbasis digital, di satu sisi praktik seni keramik menjadi bagian dengan memanfaatkan kemungkinan teknologi sebagai bagian dari ekspresi seni. Namun di sisi lain ia menjadi antitesis dunia virtual, ketika lempung kini makin dipahami sebagai material eksperential, maka praktik seni keramik adalah pengalaman tentang materialitas yang menawarkan jalan untuk kembali ke realitas.

Penyelenggaraan JCCB-4 kali ini sangatlah berbeda. Karena dalam persiapannya dimulai dengan program residensi para seniman di beberapa lokasi. Mereka masing-masing selama satu bulan berinteraksi dengan situasi lokal; baik secara sosial maupun secara budaya. Mulai dari bulan Agustus hingga November 2016, sebanyak 20 seniman residensi, baik secara internasional—dari berbagai negara, maupun para seniman nasional, yang bekerja di beberapa lokasi dan kota. Mulai ditempatkan di desa kerajinan keramik, studio seniman, sekolah keramik hingga keramik Industri.

Program residensi ini akan dikembangkan untuk penyelenggaraan JCCB ke depan. Ada beberapa hal yang mendasari, antara lain bahwa suatu biennial internasional seharusnya akan menjadi lebih menarik jika ada suatu bentuk interaksi antara para seniman dengan komunitas di mana seniman itu berada dalam suatu lokasi. Kedua, karya-karya yang diproduksi selama residensi lebih terasa kaitannya antara seniman dengan di mana mereka ditempatkan. Mengaktifasi dan membentuk ekologi seni keramik dengan melibatkan berbagai lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi seni, studio keramik individual, industri keramik, kerajinan dan komunitas pembuat keramik. Pameran akbar JCCB-4 dipimpin oleh Rifky Effendy sebagai Direktur dengan tim kurator yaitu Nurdian Ichsan dan Rizki A Zaelani.
DRAFT IFDC TURNS FASHION INTO PURPOSE, RAISING RP208.7 MILLION FOR FLORES
FASHION WITH PURPOSE — A pop-up store featuring 22 IFDC designers raised Rp208.7 million to support communities in Flores, with the proceeds officially...
read moreGHIDINI1961 EXPANDS ITS DESIGN DIALOGUE WITH NEW PRODUCTS AND COLLABORATIONS 2026
Ghidini1961's latest collection brings together new furniture and a collaboration with Spotti Milano, celebrating contemporary craftsmanship through...
read moreLOUIS VUITTON X SINGER TAKES TO THE ROAD: WHEN THE ART OF TRAVEL BECOMES A PORSCHE 911
Louis Vuitton and Singer Vehicle Design turn two Porsche 911s into moving expressions of craftsmanship, travel and contemporary luxury.
read moreWITTMANN: THE ART OF SLEEP
Wittmann’s The Art of Sleep brings artisanal craft, bespoke design and personalised comfort together to create a private sanctuary, where every detail...
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
