presented by

Ramun Limited Edition of Amuleto Pearl – Alessandro Mendini

SHARE THIS
1.58K

Published by Sugar & Cream, Thursday 12 September 2019

Text by Auliya Putri, Images Courtesy of Ramun

A Special Edition for Mondo Mendini – The World of Alessandro Mendini Exhibition

Bila kita berbicara tentang Ramun pastilah kita ingat dengan lampu ikoniknya Amuleto yang dirancang oleh Alessandro Mendini. Didesain unik sebagai simbolisasi keharmonisan antara matahari, bulan, dan bumi. Tahun ini, Amuleto hadir dengan sentuhan terbaru, Amuleto Pearl, dalam rangka pembukaan Mondo Mendini – The World of Alessandro Mendini pada tanggal 11 Oktober 2019 di Groninger Museum.

Amuleto Pearl merupakan sebuah rancangan hasil kerja sama dengan pengrajin berbakat asal Korea Selatan yaitu Song Bang-ung. Tersedia hanya dalam tujuh belas buah, lampu ini memiliki 1.566 keping mutiara yang disematkan pada permukaan ketiga bulatannya. Proses pembuatannya pun dilakukan dengan sangat teliti dan keterampilan luar biasa yang dibagi dalam beberapa fase, menghasilkan desain yang cantik one of a kind. Ialah proses tradisional khas Korea Selatan, Najeon-Jang, sebuah teknik inlaid lacquer-ware yang telah berkembang lebih dari ribuan tahun, dan merupakan bagian dari National Korean Intangible Cultural Heritage. Menjadikan Amuleto Pearl sebagai sebuah gagasan untuk mengawinkan teknologi futuristik dengan metode tradisional yang menjadikannya exceptional.


Presented by MOIRE Rugs

Sekaligus merayakan 25 tahun Groninger Museum, pameran Mondo Mendini – The World of Alessandro Mendini pun bisa Anda kunjungi hingga 5 Mei 2020. Ini merupakan panggung kretivitas yang menampilkan beragam karya Alessandro Mendini maupun individu-individu yang menginspirasinya. Sebut saja seniman klasik modern Paul Signac, Wassily Kandinsky, Henri Matisse, dan Oskar Schlemmer. Lalu desain arsitektural oleh Theo van Doesburg dan Gerrit Rietveld, ataupun objek-objek dari desainer Italia Gio Ponti, Michele De Lucchi, dan Gaetano Pesce. Tak ketinggalan terdapat pula beberapa lukisan dari seniman Amerika, Peter Halley.

Alessandro Mendini

Interni Cipta Selaras