presented by

NADI GALLERY: “Fragmen”, A SOLO EXHIBITION BY AGUS SUWAGE

SHARE THIS
508

Published by Sugar & Cream, Monday 10 February 2025

Images courtesy of Nadi Gallery, Text by Dhira Dwinanda

Nadi Gallery: February 13 – March 12, 2025

“Fragmen”, a solo exhibition by Agus Suwage, was born from the idea of making a documentary movie about Agus Suwage himself. This documentary, which is made in the style of cinema verité, tells a story about a close relationship between Agus Suwage, one of Indonesia’s renowned artists, and Biantoro Santoso, the owner of Nadi Gallery. From this movie, it is evident that a good relationship between artist and gallerist is very important in the process of organizing an exhibition, in which the final result is reflected in this exhibition itself.

Agus Suwage | Asu Celeng, 2010 + 2025, Porcelain and oven stove, 40,5 x 43 x 36,5 cm

I have witnessed the closeness between Agus Suwage and Biantoro Santoso since I was a kid, and I see their relationship as more than just a professional one but began as a friendship that has lasted until this day. After participating in all the movie production and exhibition preparation process, I have come to know Agus Suwage more personally and learn that the intimacy between the artist and the gallery is the key component in a lasting relationship between both parties.

Hallelujah, 2020, Oil on linen, 200 x 400 cm (diptych)

Through this exhibition and movie, I know that the source of inspiration and creative process of Agus Suwage stems from conversation, discussion and even from the artist’s daily life, and I hope that everyone who watches can capture the creative process of Agus Suwage as a senior Indonesian artist.

Presented by Le Chateau Living 

Perjalanan ke Timur, 2025, Charcoal and acrylic on paper, 208 x 294 cm (polyptych) | The Rain Song, 2024, Oil on linen, 200 x 250 cm

In preparing everything, we at Nadi Gallery, collaborated with many parties. Firstly, we certainly are very grateful to Agus Suwage, as he has given his consent for making the documentary and has prepared this exhibition with little preparation time. Our deepest gratitude also goes to Kamar Biroe team, who played a big role in the movie production process, from planning the idea to the creation of the “Fragile” movie. Credit also goes to Mr. Wahyudin, for his dedication as the writer, and to Ms. Izabel Jahja for kindly agreeing to open this exhibition. Finally, to all the parties who has helped organizing this exhibition, and to everyone who has taken your time to visit Nadi Gallery, we give you our highest appreciation.

Gugur, 2020, Oil on linen, 200 x 150 cm (without frame) | Plesiran, 2024, Oil on linen, 250 x 200 cm

Please enjoy Agus Suwage’s works.

Super Chimpanzee, 2024, Acrylic on canvas, 150 x 200 cm | I Lick Therefore I am, 2025, Acrylic on canvas, 150 x 200 cm 

Images courtesy of Nadi Gallery, Text by Dhira Dwinanda

Nadi Gallery: February 13 – March 12, 2025

Pameran tunggal Agus Suwage, “Fragmen”, terlahir dari sebuah pemikiran untuk membuat film dokumenter mengenai Agus Suwage. Dokumenter yang dibuat dengan mengusung gaya cinema verité ini menceritakan tentang hubungan baik antara Agus Suwage, seorang seniman ternama Indonesia, dan Biantoro Santoso, pemilik dari Nadi Gallery. Dari film ini dapat dilihat bahwa relasi yang baik antara seorang seniman dan pemilik galeri sangat penting dalam proses penyelenggaraan sebuah pameran, dimana hasil akhirnya dapat kita lihat dengan terselenggaranya pameran ini.

Agus Suwage | Asu Celeng, 2010 + 2025, Porcelain and oven stove, 40,5 x 43 x 36,5 cm

Saya sudah menyaksikan kedekatan antara Agus Suwage dan Biantoro Santoso dari sejak saya kecil, dan saya melihat hubungan mereka bukan hanya sekedar hubungan profesional tetapi diawali dengan hubungan pertemanan yang berlanjut hingga sekarang. Setelah mengikuti semua proses pembuatan film dan persiapan pameran, saya mengenal Agus Suwage lebih dekat dan saya belajar bahwa keakraban itulah yang menjadi kunci kerja sama yang langgeng antara seniman dan galeri.

Hallelujah, 2020, Oil on linen, 200 x 400 cm (diptych)

Melalui pameran dan film ini pula saya mengetahui bahwa sumber inspirasi dan proses kreatif dari Agus Suwage berasal dari obrolan, diskusi dan bahkan kehidupan sehari-hari sang seniman, dan saya berharap semua yang menyaksikan dapat menangkap proses kreatif dari Agus Suwage selaku perupa senior Indonesia.

Presented by Le Chateau Living 

Perjalanan ke Timur, 2025, Charcoal and acrylic on paper, 208 x 294 cm (polyptych) | The Rain Song, 2024, Oil on linen, 200 x 250 cm

Dalam mempersiapkan semuanya, kami dari pihak Nadi Gallery bekerja sama dengan banyak pihak. Pertama, tentunya kami sangat berterima kasih kepada Agus Suwage karena telah mengijinkan pembuatan dokumenter dan mempersiapkan pameran tunggal dengan waktu persiapan yang dapat dikatakan singkat. Terima kasih sebesar- besarnya juga kami ucapkan kepada tim Kamar Biroe, yang sudah berperan penting dalam proses produksi film, mulai dari perancangan ide, hingga terciptanya film bertajuk “Fragile”. Kemudian terima kasih juga untuk Pak Wahyudin yang telah bersedia menjadi penulis, dan juga untuk Ibu Izabel Jahja yang sudah bersedia membuka pameran tunggal ini. Tak lupa kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya pameran, dan kepada anda semua yang meluangkan waktu untuk berkunjung ke Nadi Gallery, kami juga mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya.

Gugur, 2020, Oil on linen, 200 x 150 cm (without frame) | Plesiran, 2024, Oil on linen, 250 x 200 cm

Selamat menikmati karya-karya Agus Suwage.

Super Chimpanzee, 2024, Acrylic on canvas, 150 x 200 cm | I Lick Therefore I am, 2025, Acrylic on canvas, 150 x 200 cm 

Molteni&CCoulisse | INKZipblind & VF