MUSEUM MACAN: ‘CARE’ BY PATRICIA PICCININI
Published by Sugar & Cream, Wednesday 03 April 2024
Images courtesy of Museum Macan & Patricia Piccinini
25 May – 6 October 2024, Museum MACAN
Museum MACAN announces the upcoming solo exhibition of globally recognized Australian artist Patricia Piccinini for the first time in Indonesia, which will open to the public on 25 May 2024. Titled CARE, the exhibition will be curated by Tobias Berger. As Piccinini’s large-scale survey exhibition, CARE will present over forty life-size sculptures, three large video installations, along with Celestial Field (2021), a spectacular installation of thousands of flowers.
Born in Sierra Leone in 1965, Patricia Piccinini began her career by studying anatomy, ancient specimens, and pathology in medical museums, which later became the foundation for developing her artworks. Piccinini incorporates synthetic materials, such as silicone, fiberglass, and ABS plastic, with organic materials including hair and taxidermy animals to her sculptures, resulting in surreal, imaginary creatures.
Patricia Piccinini
Characterized by her hyper-realistic sculptures of natural and mechanical chimeras, Patricia Piccinini’s artistic practice examines new conceptions of corporeality, sexuality, and kinship. Her works reflect on the increasingly nebulous boundaries between the artificial and the natural; questioning our understanding of set relationships with the surrounding world and suggesting a future where humanity and other creatures might coexist not just in the same spaces but potentially in the same bodily form.
Presented by Zipblind
Venus Lau, Director of Museum MACAN, said, “We are proud to present CARE, the first major solo exhibition by Patricia Piccinini in Indonesia. As a globally recognized artist, Piccinini is known for her visions that can traverse critical issues in our contemporary society. We are also very pleased to have Tobias Berger as the curator for the project.
Tobias Berger
As the title suggests, CARE is an exhibition addressing the universal feelings related to connection and intimacy which resonate with audiences from anywhere including Indonesia. Current global issues about ecology and its relations with biodiversity and biotechnology are also key ideas in this exhibition. Through this exhibition, we invite visitors to see the hybridity of imaginary life forms, touching on the ongoing issues of endangered species in Indonesia. The exhibition will also be imbued with other local contexts which will be revealed soon.”
Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). The Bond (2016)
Tobias Berger, the Curator, said, “CARE at MACAN is an immersive visual art experience in various chapters, a walk through the imaginative spaces, environments, and proposals of one of today’s most thought-animating artists.”
Patricia Piccinini, said, “It has been a dream of mine to work with Museum MACAN, so I am really excited that we can bring this wonderful exhibition to Jakarta. This is my first major exhibition in the region and MACAN is a beautiful space with a diverse audience, so it is the perfect place for it. I think that CARE is a great opportunity to connect with that audience over issues that affect us all, from the environment to the nature of contemporary urban life. I think the intensity of Jakarta connects with the intensity of the work in an interesting way.”
Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). Kindred (2018)
Images courtesy of Museum Macan & Patricia Piccinini
25 May – 6 October 2024, Museum MACAN
Museum MACAN mengumumkan pameran tunggal perupa ternama asal Australia, Patricia Piccinini untuk pertama kalinya di Indonesia, yang akan dibuka untuk umum pada tanggal 25 Mei 2024. Berjudul CARE, pameran ini dikurasi oleh Tobias Berger. Sebagai pameran survei berskala besar dari Piccinini, CARE akan menampilkan lebih dari empat puluh patung ukuran hidup, tiga instalasi video berukuran besar, serta Celestial Field (2021), sebuah instalasi spektakuler yang terdiri dari ribuan bunga.
Lahir di Sierra Leone pada tahun 1965, Patricia Piccinini memulai karirnya dengan mempelajari anatomi, spesimen kuno, dan patologi di museum medis, yang kemudian menjadi dasar pengembangan karya seninya. Piccinini memadukan material sintetis, seperti silikon dan serat kaca (fiberglass), serta plastik ABS, dengan bahan organik, termasuk rambut serta hewan aksidermi ke dalam patung-patungnya, untuk menghasilkan makhluk imajiner yang tampak surealis.
Patricia Piccinini
Dikenal dengan karya patung makhluk khayali alami dan mekanis yang bergaya hiperealistis, praktik artistik Patricia Piccinini mengeksplorasi bentuk-bentuk baru mengenai tubuh, seksualitas, dan rasa welas asih. Karya-karyanya merefleksikan batas-batas yang semakin samar antara yang artifisial dan yang alami; mempertanyakan pemahaman kita mengenai hubungan dengan dunia sekitar dan memperlihatkan masa depan di mana manusia dan makhluk lain dapat hidup berdampingan, bukan hanya di ruang yang sama, tetapi juga dalam bentuk tubuh yang sama.
Presented by Zipblind
Venus Lau, Direktur Museum MACAN, berkata, “Kami dengan bangga mempersembahkan CARE, pameran tunggal besar pertama Patricia Piccinini di Indonesia. Sebagai seorang perupa yang diakui secara global, Piccinini dikenal dengan visinya yang dapat menjelajahi isu-isu kritis dalam masyarakat kontemporer kita. Kami juga sangat senang dapat bekerja dengan Tobias Berger sebagai kurator untuk proyek ini. Seperti yang tersirat dari judulnya, CARE merupakan pameran yang membahas mengenai hubungan dan keintiman sebagai perasaan yang universal dan terhubung dengan audiens dari mana saja, termasuk di Indonesia. Isu-isu global terkini mengenai ekologi dan hubungannya dengan keanekaragaman hayati serta bioteknologi juga menjadi gagasan utama dalam pameran ini. Melalui pameran CARE, kami mengundang pengunjung untuk melihat persilangan dari bentuk-bentuk kehidupan imajiner, menyentuh isu-isu berkelanjutan mengenai spesies yang terancam punah di Indonesia. Pameran ini juga akan diperkaya dengan konteks lokal lainnya yang akan kami umumkan segera.”
Tobias Berger
Tobias Berger, kurator, berkata, “CARE di MACAN adalah pengalaman seni visual yang imersif dalam berbagai aspek, sebuah perjalanan melalui ruang-ruang imajinatif, alam, dan ide-ide yang dihidupkan oleh sang perupa.”
Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). The Bond (2016)
Patricia Piccinini, berkata, “Saya sudah lama memiliki impian untuk bekerja sama dengan Museum MACAN, dan tentunya sangat senang dapat membawa pameran yang luar biasa ini ke Jakarta. CARE adalah pameran besar pertama saya di Indonesia, dan Museum MACAN adalah tempat yang tepat untuk pameran ini karena ruangnya yang tidak hanya indah namun MACAN juga memiliki audiens yang beragam. Saya merasa CARE adalah sebuah kesempatan yang sangat baik untuk bisa terhubung dengan para pengunjung mengenai isu-isu yang memengaruhi kita semua, mulai dari lingkungan hingga kehidupan urban kontemporer. Saya rasa, akan sangat menarik melihat bagaimana intensitas dari kota Jakarta bertaut dengan intensitas dari karya-karya yang akan ditampilkan nanti.” .
Patricia Piccinini (b. Sierra Leone, 1965). Kindred (2018)

LITHOS DESIGN – PREVIEW MILANO DESIGN WEEK 2025
At the Salone Internazionale del Mobile, Lithos Design will reveal its marble furniture collection, which featured an Odette table designed by Raffaello...
read more
LABÒ AT MDW 2025
LABÒ presents with the theme 2025 edition “Crafting tomorrow, Rising ideas” at MD
read more
MARUNI COLLECTION 2025 AT SALONE DEL MOBILE.MILANO 2025
Sneak peek Maruni Collection 2025 that will presented at Salone del Mobile.Milano 2025, Fiera Milano in Hall 22, Stand A16 from April 8 - 13, 2025.
read more
SAMSUNG PERKENALKAN GALAXY A SERIES TERBARU DENGAN FITUR AWESOME INTELLIGENCE (AI)
Ada yang baru dari Samsung! Untuk pertama kalinya, Samsung memperkenalkan fitur Awesome Intelligence (AI) secara eksklusif pada rangkaian Galaxy A Series...
read more
FONTANAARTE AT MDW 2025
FontanaArte will showcase an exclusive installation, "Sempre Blu," during Design Week 2025 in Milan, featuring Daniela Puppa and Franco Raggi, balancing...
read more
OPPO INDONESIA, MASTERCARD, DAN YCAB FOUNDATION MERAYAKAN UMKM PEREMPUAN UNGGUL DALAM LITERASI FINANSIAL DAN DIGITAL
OPPO Indonesia bersama Mastercard dan YCAB Foundation menggelar acara Penutupan dan Penyerahan Hadiah Program Power Up The Woman MSMEs (pelatihan intensif...
read more
W RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
A Spellbinding Dwelling
Rumah milik desainer fashion Sally Koeswanto, The Dharmawangsa kreasi dari Alex Bayusaputro meraih penghargaan prestisius Silver A’ Design Award 2017.
read more