presented by

KULINER INDONESIA KAYA 2026 MENGHIDUPKAN KISAH PERADABAN DALAM SETIAP SAJIAN NUSANTARA

SHARE THIS
80

Published by Sugar & Cream, Tuesday 17 March 2026

Images Courtesy of Indonesia Kaya

Menyajikan Perjalanan Rasa dari Ternate, Palembang, hingga Banten

Kuliner sering kali menjadi salah satu cara paling sederhana untuk memahami sebuah tempat. Lebih dari sekadar rasa, setiap hidangan membawa jejak sejarah, perjalanan budaya, serta kebiasaan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ternate – Rimo-rimo

Melalui Kuliner Indonesia Kaya 2026, Indonesia Kaya kembali menghadirkan perjalanan gastronomi yang menelusuri kisah peradaban di balik sajian Nusantara—kali ini melalui tiga kota dengan warisan kuliner yang kuat: Ternate, Palembang, dan Banten.

Ternate – Gohu Ikan

Dalam format webseries yang tayang di kanal YouTube IndonesiaKaya, program ini mengajak penonton melihat bagaimana makanan tidak hanya hadir sebagai pengalaman rasa, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya. Dari tradisi memasak yang lahir dari kedekatan dengan alam hingga hidangan yang tumbuh dari pertemuan berbagai peradaban, setiap episode menghadirkan cerita tentang bagaimana kuliner menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat Indonesia.

Presented by Magran Living

Perjalanan dimulai dari Ternate, salah satu titik penting dalam sejarah Jalur Rempah. Di pulau ini, kuliner berkembang dari hubungan yang erat antara masyarakat dan alam sekitarnya. Salah satu tradisi yang diangkat adalah Rimo-rimo, metode memasak yang memanfaatkan bambu sebagai wadah alami—sebuah teknik yang diwariskan turun-temurun dari masa ketika masyarakat harus memasak tanpa peralatan dapur modern.

Palembang – Kue Delapan Jam

Kesegaran laut Ternate juga tercermin dalam hidangan Gohu Ikan, sajian berbahan tuna atau cakalang yang dipotong kecil lalu dipadukan dengan garam, lemon cui, dan daun kemangi. Tanpa proses memasak yang rumit, hidangan ini menonjolkan karakter rasa yang segar sekaligus menunjukkan kedekatan masyarakat pesisir dengan hasil laut di sekitarnya.

Palembang – Pindang Ikan

“Melalui Kuliner Indonesia Kaya, kami ingin menghadirkan dokumentasi yang tidak hanya menampilkan kelezatan sebuah hidangan, tetapi juga menggali cerita di baliknya. Setiap daerah memiliki cara unik dalam mengolah bahan, merawat tradisi, dan mewariskan pengetahuan memasak dari generasi ke generasi,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Indonesia Kaya.

Palembang – Kue Maksuba

Perjalanan kemudian berlanjut ke Palembang, kota yang kehidupannya mengalir bersama Sungai Musi. Melalui hidangan seperti Pindang Ikan, cita rasa asam pedas yang segar mencerminkan kekayaan hasil sungai yang telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Sementara itu, sajian manis seperti Kue Delapan Jam dan Maksuba memperlihatkan bagaimana proses memasak dapat menjadi simbol kesabaran, ketelitian, serta nilai keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Banten – Rabeg

Episode berikutnya menghadirkan Banten dengan jejak sejarah Kesultanannya. Hidangan seperti Sate Bandeng lahir dari kreativitas dapur keraton untuk menyajikan bandeng tanpa duri sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kerajaan. Sementara itu, Rabeg dipercaya terinspirasi dari perjalanan Sultan Maulana Hasanuddin ke Timur Tengah, memperlihatkan bagaimana kuliner Nusantara juga terbentuk dari pertemuan budaya dan perjalanan sejarah yang panjang.

Banten – Sate Bandeng

Melalui rangkaian kisah ini, Kuliner Indonesia Kaya 2026 tidak hanya menghadirkan visual yang menggugah selera, tetapi juga mengajak penonton melihat kuliner sebagai bagian dari identitas budaya. Di balik setiap hidangan tersimpan cerita tentang perjalanan manusia, pertemuan tradisi, dan warisan rasa yang terus hidup hingga hari ini.

Magran LivingInterni Cipta SelarasCoulisse | INK