Hian Tjen – One Decade ‘Perfect10n’
Published by Sugar & Cream, Wednesday 18 September 2019
Text by Auliya Putri, Images Courtesy of Hian Tjen
Couture Collection 2019/2020
Kecintaan Hian Tjen terhadap keanggunan dan kecantikan dari sebuah busana telah membawanya memasuki era satu dekade di industri fashion. Lika-liku perjalanan dari awal karir hingga dirinya mencapai status couturier handal Ia tuangkan dalam sebuah pagelaran busana dalam tema “Perfect10n”; menampilkan koleksi Couture 2019/2020, yang telah diselenggarakan pada 28 Agustus 2019 di Dian Ballroom, Raffles Hotel Jakarta.

Koleksi perayaan ini Ia usung dalam inspirasi yang diambil dari para perempuan komunitas Amish atau lebih dikenal sebagai The Amish. Kelompok ini memiliki gaya berpakaian tersendiri yang cukup sederhana dan ditandai dengan pemakaian ikat kepala juga apron. Komunitas yang juga dikenal sebagai plain people ini pun memiliki penampilan serba polos single tone dalam pemilihan warna-warni bumi.


“Melalui lebih dari 50 look yang saya tampilkan dalam show kali ini, saya selalu berusaha memberikan keunikan dan otentitas yang berbeda, melalui tingkat kerumitan dan teknik pengerjaan yang berbeda pada setiap karya. Karena sejak awal, saya memilih menekuni profesi desainer adibusana, yang dalam setiap helai karya, tidak direncanakan pembuatan duplikasinya,” ujar Hian Tjen.


Presented by Som Santoso
Konsep tradisionalis nan klasik yang melekat pada The Amish inilah yang diolah lebih jauh oleh Hian Tjen melalui perkawinan dengan konsep modern agar lebih relevan dengan gaya hidup masa kini. Bisa dilihat dari pemilihan dasar warna polos dengan tone warna sederhana namum di sini Ia mengaplikasikan detail rumit seperti embroidery, quilting, beadings, pleats, atau cross-stitch ke berbagai potongan agar tidak terlihat heavy.

Hian Tjen juga memberikan detail unik pada bagian lengan, pundak, maupun bawahan. Lihat saja permainan lengan puff sleeve yang dipadukan dengan busana yang mengikuti lekuk tubuh, atau rok yang sengaja dibuat menggelembung yang dipadukan dengan atasan berkerah dalam. Ada pula permainan apron dan tutup kepala yang menjadi ciri khas komunitas The Amish. Tak ketinggalan aksen ikat pinggang yang menjadi poin dalam memperlihatkan lekukan tubuh. Lyon lace dipadu dengan tulle, wool dengan jacquard atau sulaman klasik Eropa. Semua dikombinasikan dan dikomposisikan sesuai porsi perspektif Hian Tjen tentang perempuan independen dan modern.

RIVA1920 COLLECTION AT SALONE DEL MOBILE.MILANO 2026
Riva1920 celebrates 106 years at Salone del Mobile.Milano 2026 with 100+6: From Nature to Home and a new collection celebrating the enduring beauty of...
read moreMONDIAL X NICHOLAS SAPUTRA: A NEW CHAPTER OF MONDIAL PRECIOUS FIRE
MONDIAL and Nicholas Saputra unveil a refined evolution of MONDIAL Precious Fire placing the nuanced harmony of ruby and blue sapphire at the heart of a...
read moreDIOR HAUTE COUTURE AUTUMN-WINTER 2026-2027 - VIP GUESTS
The VIP guests glammed in Dior for Dior Haute Couture Fall/Winter 2026-2027 Show
read moreHERMÈS UNVEILS WOMEN'S SILK SPRING/SUMMER 2026
Hermès unveils Women's Silk Spring/Summer 2026, introducing three distinctive new interpretations of the House's iconic Carré 90.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read more
