Houses of Style and Inspiration
presented by

Harmonious Tone with Nature Scene

5.66K

Text by Farida Esti, Image courtesy of Architect D-associates.


Monday 23 December 2019

Rumah yang dapat disesuaikan dengan perkembangan keluarga menjadi intensi utama dari hunian di bilangan Jakarta Selatan ini.

Rumah yang terletak di sebuah cluster kecil di daerah Jakarta Selatan ini dibangun untuk keluarga muda dengan satu anak. Di belakang cluster terdapat lapangan golf dan area rumah bertetangga dengan kerabat pemilik.

Lingkungan yang nyaman dan tenang tersebut sangat cocok untuk perkembangan keluarga kecil ini. Didesain oleh salah satu studio arsitek, d-associates/Gregorius Yolodi – Maria Rosantina awalnya rumah ini ingin dijadikan compact house. Namun seiring dengan berjalannya proses desain, diputuskan untuk mengubah rumah tersebut menjadi hunian yang bisa mengakomodasi kebutuhan keluarga hingga 15-20 tahun mendatang. Maka dengan sendirinya kebutuhan ruang pun bertambah.

Tampak keseluruhan hunian ini secara unik terdiri dari dua masif bangunan terhubung oleh bangunan berbentuk tubular di bagian tengahnya. Paling menonjol dari hunian ini tidak lain adalah bagian atap yang menggunakan material lokal langka yaitu kayu sirap. Selebihnya, utilisasi kayu ulin dan kulit kayu ulin recycle di beberapa bagian interior maupun fasade-nya.

“Tetapi dengan penambahan ini kami tetap memikirkan bagaimana rangkaian ruang-ruang tersebut tidak terasa sebagai rumah yang besar,” jelas Maria Rosantina, principal architect  d-associates. Menambah ruangan tanpa membuat rumah terasa besar? d-associates punya strateginya. Yaitu memecah kelompok-kelompok ruang lalu merubahnya menjadi rangkaian yang didalamnya adalah kelompok ruang yang sama. Pecahan kelompok ruang itulah yang membuat rumah ini dari luar nampak seperti dua bangunan dengan satu struktur tubular di antaranya.


Presented by Coulisse

Dalam prosesnya, pembangunan rumah ini banyak menggunakan material lokal dan alami, mulai dari lantai, fasade, hingga atap. Setidaknya terdapat tiga jenis lantai yang digunakan, yaitu terrazzo, parket kayu jati, dan kayu ulin. Untuk fasade mengunakan kulit kayu ulin yang biasanya tidak terpakai saat diserut. Kebetulan keluarga ini memiliki stok kayu ulin yang kemudian kulitnya dipakai untuk menyempurnakan fasade rumah ini. Area yang dindingnya menggunakan kayu ulin, atapnya juga menggunakan sirap kayu berbahan sama.

Palet warna dirancang pada rumah ini mengarah pada warna-warna natural. Keselarasan palet natural turut di maksimalkan pada orientasi interiornya hingga hunian ini terlihat tenang dengan lingkungan alam sekitarnya.

 

Nama Proyek: RD House
Tahun selesai pembangunan: 2018

Principal architect-in-charge: Maria Rosantina
Partner architect: Gregorius Supie Yolodi
Architect team: Novi Yulianty, Katrein, Luthfi Yuta Juliansyah
Interior designer: Laurence Howell, Indez Design

Total Luas Lahan: 744 m2
Total Luas Bangunan: 1111.8 m2