Houses of Style and Inspiration
presented by

FOREST RETREAT, A PRIVATE SUMMER RESIDENCE, SWEDEN BY NORM ARCHITECTS

4.40K

Image courtesy of Norm Architects.


Wednesday 20 April 2022

Back to Basic

Terletak jauh di dalam hutan Swedia dan dekat dengan winter sport area yang kecil, hadir sebuah ‘oase’ – tempat peristirahatan yang terbuat kayu tradisional kecil –  terletak di atas punggung bukit yang terbentuk jutaan tahun yang lalu. Selain hutan pinus yang menutupi patahan, lanskap di sekitarnya merupakan daerah dataran rendah bergelombang, dengan pegunungan yang menjulang di atas pantai berpasir yang landai, serta dan kota-kota pantai kecil, Forest Retreat, sekarang benar-benar telah direnovasi. Setiap ruang terasa sepenuhnya ‘melebur’  dengan alam, dilihat dari segi materialitas dan pandangan.

Dirancang untuk kehidupan yang sederhana selama bulan-bulan musim panas dan musim dingin, desain kabinnya sederhana namun halus, hanya dilengkapi dengan kebutuhan saat memilih slow living. Tentunya, Forest Retreat seakan menceritakan sebuah perjalanan menuju menemukan apa yang penting dalam hidup kita adalah keseimbangan yang halus antara kesenangan yang diberikan hal-hal dan harta milik kepada kita dan kesenangan untuk membebaskan diri kita dari mereka. Esensialisme menjadi hasil alami dari proses selektif, tetapi tidak harus sederhana atau mudah. Di dunia urban modern, yang terus-menerus menawarkan lebih dari yang kita butuhkan, ini tentang memutuskan apa yang harus ditinggalkan daripada apa yang harus dimasukkan – mencari tahu apa yang esensial dan penting adalah kunci untuk mengarahkan kehidupan ke arah yang menciptakan happiness and well-being, menjadi tujuan tempat peristirahatan ini.

Forest Retreat terdiri dari rumah utama dengan dua lantai, dan paviliun tamu yang dibangun di antara batang pohon, properti terpencil ini dapat menampung hingga tiga keluarga dengan masing-masing suite mereka sendiri. Karena lantai bawah rumah utama berfungsi sebagai suite hotel dengan kamar tidur sendiri, kamar mandi, minibar, dan sauna seperti paviliun juga sepenuhnya untuk mandiri dan privasi.


Presented by MOIRE Rugs

Palet material interior dibuat sesederhana, sealami, dengan sentuhan rustic yang didominasi oleh lantai kayu ek dan fitting yang disandingkan dengan dinding plester dolomit dari St. Leo dan beberapa elemen batu di sana-sini. Kehangatan yang melekat dan kualitas tekstur dalam bahan dipilih, demi ‘memperbesar’ ekspresi cahaya serta ruang, dan juga memastikan interior yang jarang terlihat tidak akan pernah terasa kosong.

Pintu internal yang mengarah dari ruang tamu utama ke kamar tidur dan kamar mandi dirancang setinggi pintu lemari kayu ramping, untuk membagi ruang sesedikit mungkin di kamar tidur yang lebih kecil. Ketinggiannya secara visual melapangkan ruang dan membuat ketinggian langit-langit tampak lebih luas, sedangkan bentangan dapur di dinding belakang dari sisi ke sisi membuat interior tampak lebih lebar dan lebih lapang. (DB)

“Creating homes is often an exercise in restraint. And while the creation of a simple, authentic, and welcoming space might seem effortless and natural once completed, the journey to simplicity and the exercise of finding essence is often rather complex and not an easy task. The importance of natural day light cannot be understated, as its interaction with the surroundings determines the feel and liveability of a space. The transparent qualities within the architecture pull in the landscape and make it an integrated part of the experience for both hand and eye. We know that when experiencing elements like natural light, trees, water, and fresh air when inside, it creates a comfortable and relaxed atmosphere, while also keeping our biological clock oriented to the day-night cycle” Jonas Bjerre-Poulsen, Norm Architects