presented by

CITA TENUN INDONESIA (CTI) – ALTERKULTUR

SHARE THIS
880

Published by Sugar & Cream, Thursday 04 April 2024

Images courtesy of Cita Tenun Indonesia

Priyo Oktaviano, Amotsyamsurimuda, Danjyo Hiyoji

Sekali lagi Cita Tenun Indonesia mewarnai dunia fashion tanah air dengan pertunjukan koleksi kolaboratif yang indah dan memukau. Bekerja sama dengan Plaza Indonesia dalam menyelenggarakan sebuah peragaan busana bertajuk ALTERKULTUR pada hari terakhir perhelatan Plaza Indonesia Fashion Week 2024.

ALTERKULTUR memaknai dari  dua kata: alter dan kultur. Kata pertama, alter, berasal dari bahasa Latin dan Inggris mengandung arti penyesuaian kecil yang kerap memiliki dampak besar atas suatu entitas. Sementara itu, kata kultur yang bersinonim kebudayaan dan peradaban, dalam konteks ini mengacu pada Tenun Nusantara. Sehingga, ALTERKULTUR bertujuan untuk membuat sebuah penyesuaian atau gubahan subtil dalam ranah desain kontemporer pada Tenun, agar Tenun sebagai warisan budaya dapat diterima khalayak modern secara berkesinambungan.


Presented by Coulisse | INK

Parade mode ALTERKULTUR menghadirkan karya dari tiga subtansi mode ternama Indonesia Priyo Oktaviano, AMOTSYAMSURIMUDA, serta Danjyo Hiyoji dengan media Tenun Sobi Sulawesi Tenggara, Tenun Endek Bali,  dan Tenun Songket Lombok. Ketiga desainer busana dan label mode tersebut dipercaya dapat memberikan angin segar dalam desain Tenun tanpa menghilangkan esensi Tenun sebagai warisan budaya Indonesia.


ALTERKULTUR merupakan agenda publik kedua Cita Tenun Indonesia di tahun 2024 setelah program acara FASET: Estetika Tenun dalam Modernitas Seni yang bekerja sama dengan D Gallerie dan pelukis Nunung WS di bulan Januari lalu. Di 2024, CTI bergerak dalam misi anual Pemberdayaan Tenun pada Tahap Lanjutan. Dengan misi tersebut, CTI akan mengoptimalkan potensi perajin Tenun lewat LSP Tenun Indonesia, memantapkan sejumlah jenis Tenun dalam klasifikasi luxury goods serta mengembangkan eksplorasi Tenun pada ranah seni dan desain interior.


Coulisse | INKZipblind & VF