CITA TENUN INDONESIA (CTI) – ALTERKULTUR
Published by Sugar & Cream, Thursday 04 April 2024
Images courtesy of Cita Tenun Indonesia
Priyo Oktaviano, Amotsyamsurimuda, Danjyo Hiyoji
Sekali lagi Cita Tenun Indonesia mewarnai dunia fashion tanah air dengan pertunjukan koleksi kolaboratif yang indah dan memukau. Bekerja sama dengan Plaza Indonesia dalam menyelenggarakan sebuah peragaan busana bertajuk ALTERKULTUR pada hari terakhir perhelatan Plaza Indonesia Fashion Week 2024.


ALTERKULTUR memaknai dari dua kata: alter dan kultur. Kata pertama, alter, berasal dari bahasa Latin dan Inggris mengandung arti penyesuaian kecil yang kerap memiliki dampak besar atas suatu entitas. Sementara itu, kata kultur yang bersinonim kebudayaan dan peradaban, dalam konteks ini mengacu pada Tenun Nusantara. Sehingga, ALTERKULTUR bertujuan untuk membuat sebuah penyesuaian atau gubahan subtil dalam ranah desain kontemporer pada Tenun, agar Tenun sebagai warisan budaya dapat diterima khalayak modern secara berkesinambungan.

Presented by Coulisse | INK
Parade mode ALTERKULTUR menghadirkan karya dari tiga subtansi mode ternama Indonesia Priyo Oktaviano, AMOTSYAMSURIMUDA, serta Danjyo Hiyoji dengan media Tenun Sobi Sulawesi Tenggara, Tenun Endek Bali, dan Tenun Songket Lombok. Ketiga desainer busana dan label mode tersebut dipercaya dapat memberikan angin segar dalam desain Tenun tanpa menghilangkan esensi Tenun sebagai warisan budaya Indonesia.



ALTERKULTUR merupakan agenda publik kedua Cita Tenun Indonesia di tahun 2024 setelah program acara FASET: Estetika Tenun dalam Modernitas Seni yang bekerja sama dengan D Gallerie dan pelukis Nunung WS di bulan Januari lalu. Di 2024, CTI bergerak dalam misi anual Pemberdayaan Tenun pada Tahap Lanjutan. Dengan misi tersebut, CTI akan mengoptimalkan potensi perajin Tenun lewat LSP Tenun Indonesia, memantapkan sejumlah jenis Tenun dalam klasifikasi luxury goods serta mengembangkan eksplorasi Tenun pada ranah seni dan desain interior.



COX LONDON WHERE NATURE TAKES FORM
Cox London brings the poetry of nature and craftsmanship to Indonesia, shaped through sculptural form and the hand of the maker.
read moreYOSAFAT: APRÈS LA RÉVOLUTION — WHEN STRUCTURE LEARNS TO LET GO
In Après la révolution, Yosafat Kurniawan shows a new language of femininity across 30 looks, fluid silhouettes and drapery.
read moreVENINI X PETER MARINO: CILINDRO CON PIATTO INCALMATO
A contemporary dialogue between VENINI and Peter Marino unfolds through Cilindro con Piatto Incalmato, a sculptural limited-edition collection celebrating...
read moreNUSAÉ × MASA: MERANGKAI IDENTITAS INDONESIA DALAM RUANG
Nusaé menghadirkan pengalaman visual yang mempertemukan desain, budaya, dan kreativitas Indonesia dalam perhelatan MASA di Singapura.
read moreTOTO X YUNI JIE: "TOTO in Color"
TOTO x Yuni Jie launches 'TOTO in Color', featuring an outdoor art installation and a sculpture garden inspired by Indonesia's heritage.
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read more
