presented by

ANW X TANAH LE SAÈ: Spring-Summer 2022 “If Words Were Flowers” Collection.

SHARE THIS
2.25K

Published by Sugar & Cream, Friday 10 December 2021

Text by Farida Esti, images courtesy of ANW X TANAH LE SAÈ

A Sustainable Realization.

Bunga, merupakan satu kata yang mengikat ANW dan TANAH LE SAÈ untuk melahirkan koleksi “If Words Were Flowers” pada akhir November lalu. Bagi ANW, bunga adalah wujud kenangan dari sang nenek tercinta. Sedangkan Tanah Le Saè menjadikan bunga sebagai media untuk menyuarakan kebebasan. Hingga akhirnya bunga menjadi elemen yang bersuara di koleksi musim panas ini.

Duo fashion designer muda Nadia Astrid (ANW) dan Denniel Richard (Tanah Le Saè) memiliki kesamaan visi dalam mengangkat fashion berkelanjutan. Kegelisahan akan krisis lingkungan menghadirkan kreasi kaos dari benang recycled yang dirombak dari pakaian bekas. Benang tersebut kemudian ditenun tangan melibatkan pengrajin tenun di Bali.


Presented by Zipblind

“Kami ingin mengubah habit orang dari menggunakan kaos biasa ke kaos konvensional yang menggunakan benang recyled sehingga lebih ramah lingkungan,” ujar Denniel Richard.

Kaos konvensional semakin menawan dengan kancing buatan tangan serta sisipan bordir bunga signature ANW. Detil ini juga terlihat pada celana pendek katun bertali pinggang dengan siluet rileks.

Setelan Alur-Alir akan membuat Anda semakin standout. Kemeja dan celana panjang uniseks ini terbuat dari katun tie-dye dalam pilihan warna hijau dan pink pastel. Dipercantik dengan finishing full aksen bunga yang dibordir menggunakan tangan. Tampil makin chic dengan aksesori shopper tote bag berwarna biru yang tak lupa dihiasi bordir bunga.

Interni Cipta SelarasInterni Cipta SelarasInterni Cipta SelarasCoulisse | INKCoulisse | INKCoulisse | INKZipblind & VF