ANDANDIKA SURASETJA – MORAL & STUDIOMORAL : MENENUN GAGASAN
Published by Sugar & Cream, Friday 02 May 2025
Photography by Denny Tjan, Videography by Mario Giovanni
Di Antara Hening, Ide Bertumbuh, Ruang Menyulut Imajinasi: Sebuah Percakapan dengan Andandika Surasetja
Setiap karya busana yang lahir ke dunia membawa jejak ruang—sebuah tempat, baik nyata maupun batiniah, di mana ide-ide tumbuh, berbisik, dan akhirnya menemukan bentuknya. Bagi para perancang busana Indonesia, ruang kreatif bukan sekadar studio atau meja kerja; ia adalah suaka bagi pikiran yang berkelana, altar bagi ritual sehari-hari yang membangkitkan ilham.

Aaron Cho- image courtesy of Moral doc.| ANDANDIKA
Dalam artikel ini, kami mengundang Anda untuk melangkah lebih dalam, mengintip ruang-ruang personal yang menjadi nadi bagi proses kreatif para desainer: ruang-ruang yang merawat, menginspirasi, dan membisikkan keajaiban di antara lembar-lembar kain dan garis-garis pola.
Andandika Surasetja: Sebuah Lanskap Batin Tempat Keheningan Dirawat Dan Gagasan Diberi Nyawa
Bagi Andandika Surasetja, sosok dibalik Moral & StudioMoral, ruang kerja adalah lanskap batin, di mana cahaya alami menari tanpa maksud dan tekstur hadir tanpa rencana. Di sanalah, imajinasi menemukan napasnya yang paling murni. Dan di setiap helaian karyanya yang lahir, tersembunyi sebuah ruang — sunyi, jujur, dan tak tergesa — tempat gagasan tumbuh tanpa paksaan.

Aaron Cho- images courtesy of Moral doc

Presented by Coulisse | INK
Sebuah Percakapan Singkat dengan Andandika Surasetja:
1. Bagaimana ruang inspiratif mampu menjadi energi kreatif Anda?
“Ruang kerja, bagi saya, bukan sekadar tempat untuk memproduksi karya. Ia adalah medan sunyi, tempat berdialog dengan diri sendiri dalam kejujuran yang nyaris tanpa suara. Cahaya yang masuk tanpa disaring, tekstur yang muncul tanpa diundang, dan ruang yang bernapas perlahan — semua itu menciptakan habitat bagi gagasan untuk bergerak bebas. Saat sebuah ruang terasa tulus, ia bukan lagi sekadar tempat bekerja, melainkan menjadi rumah — tempat gagasan-gagasan kecil menemukan bentuk, dan akhirnya, menemukan suara.”
2. Objek apa saja yang sering memancing inspirasi Anda?
“Inspirasi, bagi saya, jarang datang dari sesuatu yang besar. Ia kerap bersembunyi dalam potongan tiket perjalanan yang lusuh, catatan tak selesai di sudut kertas, foto-foto lama yang menyimpan bayang waktu. Benda-benda kecil itu — remeh dalam pandangan pertama — justru menyimpan keabadian dalam bentuk paling sederhana.
Mereka membisikkan cerita-cerita kecil yang pelan-pelan membentuk tekstil, siluet, bahkan semangat baru dalam berkarya. Saya percaya, inspirasi bukan sesuatu yang harus dikejar; ia ada di sekitar kita, menunggu untuk dikenali.”

Images courtesy of Moral.doc
3. Item apa yang wajib ada di meja kerja Anda?
“Kertas — selalu kertas. Ia adalah sahabat pertama yang menyambut kegelisahan dan sketsa yang belum bernama. Di atasnya, coretan-coretan liar menjelma menjadi ide-ide yang perlahan menemukan wujudnya. Di samping itu, saya selalu punya sebuah papan: tempat di mana potongan kain, serpihan kulit, logam, dan warna-warna asing dikumpulkan. Papan itu hidup — berubah mengikuti ritme pikiran dan rasa — menciptakan mozaik visual yang tak pernah benar-benar selesai. Setiap elemen di atas meja adalah bagian dari percakapan sunyi antara saya dan proses kreatif yang terus berlangsung.”
4. Buku terakhir yang Anda beli dan tentang apa?
“Buku terakhir yang saya beli adalah Scaling People karya Claire Hughes Johnson.
Di tengah dunia kreatif yang seringkali didorong oleh spontanitas, buku ini menawarkan sesuatu yang kontras: struktur dan ketertiban.Ia berbicara tentang membangun tim yang sehat, menciptakan ekosistem yang mampu bertumbuh bersama manusianya.
Sebuah pengingat lembut bahwa kreativitas — sekuat dan sebebas apapun — tetap membutuhkan fondasi yang kokoh agar bisa terus berkembang.”

Images courtesy of Moral.doc
Special thanks to these creative people who initiated this unique project:
Project Manager Hendra Zhang @kohenzhang
Photography Denny Tjan @dennytjan
Videography Mario Giovanni @mariogvnni
Fashion Stylist Koko Namara @coconamara
LIVING DIVANI PRESENTS ECHOES OF SNOWLIGHT
In Echoes of Snowlight, Living Divani distills winter into a quiet dialogue of light and material, where festive accents meet timeless design.
read moreDESIGNS IN THE PANTONE 2026 COLOUR OF THE YEAR: CLOUD DANCER
Chosen as the PANTONE 2026 Colour of the Year, Cloud Dancer frames design through subtlety, sculptural form, and an effortless sense of timeless grace.
read moreA HIDDEN CULINARY ESCAPE IN KEBAGUSAN: NEBBRS COFFEE & EATERY
Located in Kebagusan, South Jakarta, Nebbrs Coffee & Eatery is a hidden culinary destination offering all-day dining, signature coffee, and a relaxed...
read moreDEWI FASHION KNIGHTS 2025 PRESENTS “NUSANTARA” FEATURING TULOLA, SAPTO DJOJOKARTIKO, AND SEBASTIAN GUNAWAN SIGNATURE
Dewi Fashion Knights (DFK) hari kedua kembali hadir di panggung Jakarta Fashion Week 2026 dengan gelaran eksklusif bertema “Nusantara” yang melibatkan...
read moreSÉANCE, A REFLECTION ON ADRIAN GAN COUTURE’S 40 YEARS IN FASHION
Step into SÉANCE, a reflection on Adrian Gan Couture’s 40 years in fashion—where each gesture is deliberate and every detail refined with impeccable...
read moreCIERRE1972 PRESENTS BELT AND MAC: TWO ARMCHAIRS DEFINED BY CONTEMPORARY ELEGANCE
Cierre1972’s Dynamic Duo, Defined by Contemporary Elegance
read moreW RESIDENCE IN SOUTH JAKARTA BY MICHAEL CHANDRA
Michael Chandra, founder of MNCO Studio Design has created the W Residence with an aesthetically pleasing, practical, and pleasant home from all...
read morePELUNCURAN PERDANA LEGANO HOME MENGGANDENG AGAM RIADI DI ST REGIS RESIDENCE JAKARTA
Peluncuran perdana LEGANO HOME menggandeng Agam Riadi di St. Regis Residence Jakarta: menyatukan kemewahan dan jiwa dalam sebuah ruang.
read more

