presented by

WILSEN WILLIM LUNAR 2026 COLLECTION

SHARE THIS
82

Published by Sugar & Cream, Friday 06 February 2026

Images courtesy of Wilsen Willim

Menafsirkan Ulang Busana Imlek dengan Sentuhan Peranakan Kontemporer

Bagi Wilsen Willim, Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momentum pembaruan — sebuah perayaan yang tidak hanya merangkul tradisi, tetapi juga membuka ruang bagi evolusi. Melalui koleksi Lunar 2026, sang desainer menghadirkan tafsir baru atas busana Imlek yang lebih dewasa, modern, dan relevan lintas musim.

Koleksi Imlek ini Wilsen Willim memilih pendekatan yang lebih subtil dan elegan. Palet warna disusun dari merah gelap, biru malam, biru langit, abu-abu tua dan muda, serta hitam dan putih yang tampil tegas namun berkelas. Warna hitam dan putih — yang dahulu kerap dianggap tabu dalam perayaan Imlek — kini dihadirkan dengan makna baru: hitam yang berwibawa, putih yang murni dan mudah dipadukan, jauh dari kesan duka. Keseluruhan koleksi tampil refined, modis, dinamis, sekaligus timeless.

Di balik estetika tersebut, tersimpan dialog panjang Wilsen Willim dengan warisan budaya Peranakan. Batik pesisir, kerah khas Shanghai, serta detail kancing yang khas diramu dalam napas kontemporer yang kosmopolitan.


Presented by Interni Cipta Selaras

Siluet-siluet modular — mulai dari jaket, kemeja, atasan tanpa lengan, rompi, korset, kardigan, bustier, celana, hingga rok — dirancang untuk mudah dipadu padan, menjadikan setiap busana relevan tidak hanya saat perayaan, tetapi juga dalam keseharian.

Pemilihan material turut memperkuat karakter koleksi. Katun, renda, jacquard, rajutan, hingga suiting fabric menghadirkan keseimbangan antara kenyamanan dan struktur, memastikan setiap potong busana nyaman dikenakan dan layak digunakan berulang kali setelah masa festive berlalu.

Kami menjawab kebutuhan generasi muda yang ingin tampil dinamis dalam warna-warna yang tidak terlalu mencolok dan tetap mudah dikenakan kembali,” ujar Wilsen Willim.

Empat sosok muda Jessy Kusno, Ian Hugen, Ayu Gani, dan Aquinaldo Adrian — menjadi wajah dari koleksi ini, mewakili energi generasi baru yang sejalan dengan semangat shio kuda: penuh daya, optimisme, dan ambisi.

Seperti kincir angin yang terus berputar, Lunar 2026 menjadi simbol gerak dan keberlanjutan, di mana tradisi tidak dipertahankan dalam diam, melainkan dihidupkan melalui transformasi.

Koleksi Lunar Wilsen Willim menawarkan sebuah bahasa baru dalam merayakan Imlek — menghormati akar budaya, merangkul perubahan, dan melangkah ke masa depan dengan keanggunan yang tenang.

Magran LivingInterni Cipta SelarasCoulisse | INK