A beautiful life deserves a beautiful home

Scandinavian Style

2.89K

Text by Hermawan Kurnianto & Esti Nurjadin, Photography by Kinez Riza.


Saturday 28 November 2015

Di hunian vertikal ini, seniman muda Kinez Riza menghirup dan menghembuskan spirit desain Skandinavia dengan keanggunan artistik yang hangat.

Nama Kinez Riza mencuat di kalangan penikmat seni dalam beberapa waktu belakangan. Perempuan berusia 26 tahun ini dianggap sebagai salah satu eksponen generasi seniman baru di Indonesia. Sekitar pertengahan tahun ini, ia menghelat pameran tunggal bertajuk ‘Selubung Hening’ di Ruci Art Space, Jakarta. Pameran ini kemudian berlanjut ke Salian Art Space, Bandung, pada September – Oktober.

Selain melalui fotografi sebagai medium utama, Kinez juga berekspresi dalam wujud film dan seni instalasi. Karya-karyanya mendokumentasikan pengalamannya ke sejumlah wilayah di dunia, seperti menelusuri hutan hujan Kalimantan bersama suku Dayak, mengunjungi pedalaman Afrika, hingga melakukan residensi bersama 25 seniman internasional di Kutub Utara. Kinez menangkap keheningan dan keagungan dari keindahan alam serta benda purbakala. Memberikan sebuah penawaran atas konsep keberadaan manusia serta berbagai esensi kehidupan di muka bumi.

Bila demikian pendekatan maupun cita rasa estetika yang ditebarkan Kinez melalui karya-karyanya, lalu seperti apa gaya hunian yang menjadi preferensinya? Jawabannya adalah hunian vertikal berlokasi urban dengan tatanan artistik ala Skandinavia. Warna putih bertahta dengan penuh kuasa – dalam konteks yang menyenangkan – pada penataan interior di hunian ini. Dinding, pintu, dan kabinet dicat putih. Bahkan untuk lantai, Kinez memilih kayu sungkai utuh yang berwarna putih. Dominasi warna putih menciptakan nuansa ruang yang lebih lapang dengan pantulan pencahayaan alami ke berbagai penjuru apartemen yang mungil ini.

Selain warna putih, warna-warna netral mengambil peran sebagai penyuplai karakter dan kenyamanan terhadap ruangan. Atmosfer rustik yang memancarkan kehangatan dihadirkan melalui lantai kayu. Sementara furnitur diperlakukan Kinez sebagai ornamen yang mempercantik ‘kanvas putih’ miliknya. Desain yang fungsional, bersahaja, tak lekang waktu, dengan berselimutkan kenyamanan dan versatility bisa menjadi kalimat yang tepat untuk mendefinisikan sensasi yang menjalar dari hunian Kinez.

Di apartemennya, seniman yang pernah menimba ilmu seni rupa di Central St. Martin, London ini menampilkan keriuhan tersendiri melalui ragam koleksi yang menakjubkan. Mulai dari koleksi objek seperti fosil, berbagai jenis bebatuan, topeng antik, dan patung perunggu; hingg koleksi karya seni seperti berbagai print Kurt Vonnegut dan Stanley Donwood, karya fotografi seniman Singapura Zhao Renhui, dan screen prints dari Keep Calm Gallery. Kecintaannya akan buku terefleksikan lewat rak besar yang berisikan koleksi buku dari berbagai penulis mancanegara. Di ranah virtual, Kinez memperkaya khazanah dan referensi akan desain dengan menjelajahi sejumlah situs web yang menjadi favoritnya, yaitu www.nest.co.uk dan www.tinekhome.com.