A beautiful life deserves a beautiful home

Whimsical Attraction

1.76K

Text by Hermawan Kurnianto, Photography by Francis Amiand .


Saturday 21 November 2015

Creative Director rumah mode terkemuka Christian Lacroix, Sacha Walckhoff, menuangkan jati dirinya ke dalam sebuah apartemen yang seakan mempertontonkan aksi visual yang teatrikal nan eksentrik.

‘Hunian adalah wujud ekspresi dari pemiliknya’ merupakan suatu pernyataan yang sulit terbantahkan. Apartemen milik Sacha Walckhoff yang terletak di Paris, berdekatan dengan Palais Garnier dan Galeries Lafayette, menjadi bukti empiris atas persepsi tersebut.

 

Sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap aspek desain dari ragam koleksi dramatis dan flamboyan dari Christian Lacroix, sepertinya tidak terlalu sulit untuk menebak karakter hunian yang dimilikinya. Bila Anda membayangkan sebuah apartemen dengan gaya desain dan penataan yang tidak lazim, namun menghipnotis penglihatan maupun emosi, maka Anda berada di jalur yang tepat.

Meski bukan termasuk hunian yang berskala masif, namun apartemen Sacha mampu mengolah dan memaksimalkan ruang untuk mencuatkan pernyataan visual yang berani, unik, menakjubkan, dan penuh kejutan. Melangkah masuk ke apartemen ini, lorong entrance akan mengarahkan Anda untuk menuju living room (dengan dua kamar tidur di dekatnya), atau ruang kerja yang dengan deretan buku, kamar mandi, dan dapur.

Interior berperangai maskulin dipertegas oleh warna-warna vibran, aneka benda antik dan kontemporer, serta material berkualitas premium. Karya-karya adiluhung dari Pablo Picasso, Jean Cocteau, dan Gerard Garouste adalah sebagian dari kepemilikan Sacha yang kian mengobarkan spirit artistik pada apartemen ini.

Apa yang terhidang pada ‘pertunjukan’ di apartemen Sacha merepresentasikan sejumlah predikat yang melekat pada diri lelaki ini; kolektor keramik, peminat desain kontemporer, pengagum kreasi furnitur era 1950-an, dan pecinta traveling. Terlahir di Prancis pada tahun 1962 dan menghabiskan masa kecil di Swiss, Sacha menekuni desain dan fashion di Barcelona Arts and Fashion Techniques School. Talenta dan kemampuannya kian terasah saat bekerja di berbagai rumah mode seperti Jean Rémy Daumas, Dorothée Bis, dan Michel Klein.

Perjumpaannya dengan Christian Lacroix pada tahun 1992 menjadi awal kolaborasi berkepanjangan di antara mereka, sekaligus menjadi momen definitif