A beautiful life deserves a beautiful home

The Williamsburg Hotel – The New Bright Spot in Brooklyn, NY

4.88K

Text by Anggita D S,Photography by Annie Schlechter.


Tuesday 04 July 2017

Tak bisa dipungkiri, banyak sekali hal menarik yang ditawarkan oleh New York, AS, hingga membuat siapa pun ingin mengeksplorasi kota tersebut lebih lanjut dan semua orang yang pernah menikmatinya ingin kembali lagi. Sebagai “kota yang tidak pernah tidur”, New York seakan berkomitmen untuk selalu memanjakan para penduduknya termasuk pengunjung dengan berbagai macam cara. Apa pun yang Anda cari di sana, pasti akan Anda temukan. Termasuk beragam tipe akomodasi yang tak hanya bersifat fungsional, namun juga mampu menghadirkan perasaan nyaman dan membangkitkan suasana hati semasa menginap.

The Williamsburg Hotel adalah salah satu tempat yang menarik perhatian dalam waktu singkat. Berlokasi di Brooklyn, yang notabene dianggap sebagai “daerah hipster”-nya New York, gedung dari batu bata, kaca, dan baja Corten, lengkap dengan ‘ukiran’ nama hotel yang terpatri cantik di fasadnya seakan merangkul identitas tersebut (“hipster”) – in a good way. Praktik arsitektur yang berbasis di London, Michaelis Boyd, mendesain hotel ini dengan membayangkan tempat ini sebagai after-dark hub lengkap dengan restoran, rooftop poolwater tower bargrand ballroom pertama di kawasan Brooklyn, dan tiga bar unik; termasuk salah satu di antaranya dalam replika water tower yang dibangun sebagai bentuk penghargaan untuk pabrik water tower kayu bersejarah di sana (kini sudah tidak beroperasi lagi).

Memasuki hotel berlantai 11 ini , para tamu akan melalui teras luar yang berbentuk dramatis dan ‘mengalir’ ke bawah langsung menuju lantai dasar. Terasnya dipenuhi banyak tanaman dengan pencahayaan arsitektural guna menonjolkan bentuk organik dari bangku beton yang melengkung. Bangku ini sendiri dilengkapi bantal-bantal bernuansa bohemian nan empuk, hingga menciptakan suasana santai dan semarak terutama di malam-malam musim panas yang hangat. Uniknya lagi, The Williamsburg Hotel juga bekerja sama dengan para seniman lokal yang menempatkan karya-karya seni berwarna-warni di dinding bata sekeliling teras. The Williamsburg Hotel ingin menjadi pusat destinasi kreativitas bagi seniman lokal sekitarnya.

a vibrant installation made up of thousands of coloured threads designed by a local street artist Eric Rieger.

Area resepsionis terletak di sebelah kiri cellar floor. Anda tak mungkin melewatkannya: area ini sangat mencolok dengan adanya tanda-tanda neon dan tekstil rajutan warna-warni, lengkap dengan toko yang menjual beragam barang unik. Belum lagi sejumlah design highlights di sini, seperti wallpaper yang menampilkan potret khas Brooklyn rancangan Mike Diamond dari Beastie Boys. Masih di cellar floor, Anda akan menemukan bar yang terbuat dari bingkai-bingkai foto antik dan diletakkan dalam pola chevron, termasuk sebuah instalasi dinamis yang terdiri dari ribuan benang warna-warni yang dirancang oleh seniman jalanan lokal, Eric Rieger.

Bagaimana dengan kamarnya? Kamar-kamar dapat ditemukan mulai dari lantai 2, dimana setiap kamar dilengkapi jendela besar hingga langit-langit dengan pemandangan berbagai sudut Manhattan, Brooklyn, dan East River. Kebanyakan kamar memiliki balkon pribadi, dan setiap kamarnya pun unik – beberapa memiliki whitewashed timber panelled walls, sementara yang lainnya dilengkapi dark grey distressed plaster finish dengan detail kulit, kuningan, marmer, dan tekstur lainnya. Untuk mempercantik ruang kamar, maka setiap kamar dikomplimen dengan berbagai furnitur hasil rancangan Michaelis Boyd bekerja sama dengan Studio Bill Amberg yang berbasis di London. Studio ini dikenal karena kreasi furnitur kulitnya yang out of the box.

The Reception Area

Selain itu, masih ada grand ballroom seluas 350m² dengan tirai beludru mewah di bagian depan setiap jendela dan elemen warna merah nan modern yang menjadikannya tempat yang elegan untuk mengadakan acara pernikahan, konser, atau fashion show. Jika Anda ingin bersantai, jangan lupa kunjungi bagian atap dimana terdapat Watertower Bar, yang dirancang agar terlihat seperti menara air tradisional yang menandai cakrawala New York dan dipastikan segera menjadi bar ikonis di area Brooklyn.

Popularitas The Williamsburg Hotel diharapkan tidak sekadar mampu merangkul para penggeliat kreatif namun juga bisa tumbuh sebagai pusat tujuan kreativas bagi penduduk sekitarnya.

.