A beautiful life deserves a beautiful home

Museum SAN : A Majestic Union of Nature and Culture

4.81K

Text by Hermawan K, photography courtesy of Museum SAN.


Tuesday 15 November 2016

Berlokasi di sebuah lingkungan alam yang terbuka dan rimbun, Museum SAN mengharmonisasikan seni, kultur, kondisi alam sekitar, dan perubahan empat musim.

Museum SAN Map

Mengusung slogan “Disconnect to Connect”, Museum SAN yang dibuka pada tahun 2013 menjadi tempat bagi para pengunjungnya untuk menikmati momen relaksasi melalui keunikan karya seni, keindahan alam, dan sensibilitas analog.

Flower Garden – taman bunga yang dipenuhi oleh China pink dan dihiasi oleh sebuah karya sculpture, yang menuntun ke sebuah jalan yang melintasi hutan birch.

Museum SAN didesain oleh Tadao Ando, seorang arsitek Jepang yang ahli dalam arsitektur minimalis yang dikonstruksikan dengan beton. “Saya ingin menciptakan tempat mimpi di lokasi yang tenang dan damai dan dikelilingi oleh alam yang indah jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota”, jelas arsitek Tadao Ando.

Museum SAN yang terletak dilingkungan alam terbuka dan dikelilingi oleh keindahan alam asli sekitarnya oleh sang arsitek dibagi menjadi tujuh bagian. Setiap bagian menawarkan pengalaman visual berbeda. Tentu yang menarik adalah koneksi antara setiap bangunan dan ruang terbuka yang harus dilalui.

Saat meninjau kembali lokasi museum di tahun 2005, Tadao terkesan dengan lokasi yang tenang dan dilingkupi oleh kecantikan alam, yang mencurahkan inspirasi berupa desain unik museum.

Bangunan utama museum adalah struktur dengan empat sisi yang terkoneksikan oleh ruang-ruang luar, dalam bentuk persegi, segitiga, dan lingkaran. Merefleksikan filosofi sang arsitek untuk menghubungkan langit, bumi, dan manusia.

Water Garden – ketenangan dan kejernihan air yang mengelilingi bangunan utama museum, menciptakan pemandangan menakjubkan.

Selain keindahan alam, arsitektur, koleksi yang diperlihatkan, pengunjung diajak melintas sebuah taman batu (Stone Garden) yang unik bagian dari aktraksi sebelum memasuki ruang koleksi yang memperlihatkan karya James Turrell, seniman ternama Amerika. Sembilan gugusan batu membentuk lanskap yang cantik dan dikomplimen oleh sejumlah patung dari beberapa seniman.

Cheong-jo Gallery – menyuguhkan koleksi lukisan, print, gambar, dan seni video karya Nam June Paik, yang merepresentasikan seni modern Korea abad 20.
Paper Gallery – menampilkan koleksi dari Hansol Paper Museum yang merupakan museum pertama di Korea yang berdedikasi pada seni, kerajinan, dan buku yang terbuat dari kertas.
01
01 James Turrell – menghadirkan karya-karya seniman terkemuka Amerika, James Turrell; Sky Space, Horizon Room, Ganzfeld, dan Wedgework. Perpaduan cahaya dan ruang tak berbatas menjadi sebuah wahana meditasi tersendiri.
01
01 Stone Garden – terinspirasi dari makam kuno Silla, Stone Garden tersusun oleh sembilan gundukan batu dengan sejumlah sculpture kreasi para seniman kenamaan.