A beautiful life deserves a beautiful home

LASVIT 2016 – A Journey to the Wonder of Glassmaking

3.08K

Text by Hermawan Kurnianto, Photography courtesy of Lasvit.


Thursday 11 August 2016

Lasvit, yang didirikan pada tahun 2007 oleh Leon Jakimic, memberikan interpretasi yang segar terhadap kaca dan kristal bergaya Bohemian dan membalutnya dengan visi yang jauh ke depan. Lasvit mengombinasikan otentisitas dengan teknologi inovatif dan keterampilan kreatif. Hanya dalam beberapa tahun, Lasvit telah mengukuhkan diri sebagai brand unggul dengan kreasi-kreasi menakjubkan berupa sculpture lampu bersifat bespoke dan instalasi seni yang terbuat dari kaca maupun kristal dengan teknik hand-blown.

Dalam ajang Salone del Mobile 2016, Lasvit mempersembahkan Via Lucis, sebuah perjalanan menempuh berbagai proyek unik dan kontemporer, yang didukung oleh pengalaman dan kemahiran para maestro pembuat kaca. Masa lalu bersilangan dengan masa depan dalam sebuah penataan dimana nama-nama seperti Andre Fu, Moritz Waldemeyer, dan Maurizio Galante, serta para desainer Ceko legendaris maupun generasi baru, mereinterpretasi chandelier bercita rasa Neoclassical dengan imbuhan kontemporer. Mengombinasikan tradisi, pengetahuan, dan keterampilan artisanal para pembuat kaca dari Ceko.

Untuk Salone del Mobile, para desainer terkemuka, seperti Daniel Libeskind, Campana Brothers, Patricia Urquoila dan Arik Levy, melanjutkan kolaborasi mereka dengan Lasvit. Mereinterpretasikan koleksi-koleksi terdahulu, berfokus pada tema art de la table dengan penggunaan objek dan tableware dari kaca dan juga kristal. Lasvit juga menampilkan tribut untuk salah seorang visioner terbesar Ceko, dengan mempersembahkan champage cooler oleh Jan Kaplicky. Tidak hanya itu, Lasvit juga untuk pertama kalinya menyajikan Intergalactic, sebuah sculpture lampu yang dinamis, dirancang oleh desainer Petra Krausová dan Libor Sošťák.

.

Tac/Tile – Andre Fu Living

Merayakan konsep signature Fu, ‘relaxed luxury’, koleksi ini merupakan sebuah ode untuk material tactile yang menjelmakan arsitektur religius, institusional, dan monumental. Profil triangular menjadi bentuk inti yang diadaptasi ke dalam spektrum aplikasi – mulai dari lampu meja, lampu lantai, hingga suspended pendant.

Ludwig – Maurizio Galante

Desain yang menyeimbangkan masa lalu dan masa depan. Era romantik dengan proporsi neoklasik direinterpretasi dengan bentuk-bentuk slick dan efisien.

Facet – Moritz Waldemeyer

Seakan mencoba untuk menyusun tradisi pembuatan chandelier, Moritz Waldemeyer mengambil bentuk geometris dari chandelier klasik dan mengubahnya menjadi kaca heksagonal yang menyerupai berlian.

Praha – Stanislav Libensky

Lasvit mempersembahkan sculpture lampu oleh Stanislav Libensky – serangkaian lampu gantung yang didesain untuk dan diinstalasikan di Hotel Praha. Libensky menggunakan beragam variasi ketebalan kaca untuk menciptakan permainan cahaya dan bayangan, baik pada lampu maupun interior sekelilingnya.

Memento Mori – Maxim Velcovsky

Mahakarya Ceko yang dikenal dengan nama Sedlec Ossuary (dekat Kutna Hora) adalah salah satu dari 12 Situs Warisan Dunia di Ceko. Diperkirakan terdiri dari tulang belulang milik 40.000 hingga 70.000 orang, yang disusun secara artistik oleh Franstisek Rint untuk membentuk dekorasi kapel. Maxim Velcovsky mengusung tribut untuk chandelier tulang karya Rint dengan mengadaptasi bentuknya dalam material kaca.

 

Empress – Jakub Berdych

Terinspirasi dari bentuk tradisional yang populer dalam masa kekuasaan Kaisar Maria Theresa, refleksi kontemporer terhadap gaya ikonik menghadirkan detail-detail baru yang segar. Sebuah pernyataan tegas atas keterampilan bermutu tinggi yang dikombinasikan dengan cita rasa mentah dari unfinished trimming.

Omnia Vincit Amor – Raja Schwahn – Reichmann

‘Cinta menaklukkan segalanya’ menjadi tema yang menginspirasi seniman Raja Schwahn-Reichmann dalam mentransformasikan visinya dengan menggunakan lukisan figural ke dalam objek tiga dimensi. Mengombinasikan karya lukis Raja dan komponen hand-blown glass, kreasi ini berlimpah akan warna dan bentuk. Menginjeksikan twist kontemporer pada ikon baroque dan elemen floral.

Lollipop – Boris Klimek

Boris Klimek bereksperimen dengan teknik slumped glass. Mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam hal pewarnaan, kilau, dan struktur internal dari kaca. Terbuat dari piringan kaca tak berbentuk, dikombinasikan dengan metal holder dan sumber cahaya, objek yang dihasilkan tampak menyerupai permen lollipop.

Stairs – Atelier Oi

Menggunakan fleksibilitas Lasvit dalam hal glass blowing dan bronze casting, Art Deco Ceko menjadi sumber inspirasi, seperti yang bisa dilihat dari struktur metal tripod. Estetika era 1930-an juga ditransformasikan ke dalam konteks kontemporer.

Candy – Campana Brothers

Tableware Candy kini melengkapi sculpture lampu yang didesain oleh Campana Brothers. Terinspirasi dari permen-permen yang kerap dijumpai di pasar-pasar di Brasil, Candy Collection mengombinasikan warna-warna playful dan pola-pola Amerika Selatan dengan keterampilan Bohemian tradisional.

Crystal Rock – Arik Levy

Melanjutkan kesuksesan lampu gantung Crystal Rock, kini Arik Levy memperluas lini desain produk ini dengan kehadiran vas Crystal Rock. Dibuat dengan silex kontemporer yang dipotong sempurna, namun terpahat secara kasar, vas ini menonjolkan interaksi antara cahaya dan kegelapan.

Champagne Cooler – Jan Kaplicky

Champage bucket ini menyuguhkan eleganitas klasik, lekukan organik, dan tendensi futuristik.

Radiant – Patricia Urquiola

Patricia Urquiola mengeksplorasi kemahiran pembuatan kaca dari Lasvit dan kemungkinan tak berbatas dari glass-cutting. Radiant adalah sebuah vas memukau dengan desain yang mengombinasikan blown glass dan milling cuts.

Frozen – Maxim Velcovsky

Koleksi Frozen terinspirasi oleh transformasi air menjadi es. Velcovsky membiarkan kaca untuk meluap pada bentuk metal dan memperoleh hasilnya dari proses alami yang terjadi.

Ice – Daniel Libeskind

Vas ini mengekspansi konsep desain Daniel Libeskind yang dikembangkan untuk sculpture lampu bernama sama. Dibuat dengan struktur geometris memikat yang dikombinasikan dengan kualitas hand-blown glass yang istimewa.

Born Broken – Jakub Berdych

Vas yang mengingatkan pada aspek yang sangat dihindari dalam proses produksi kaca, yaitu kesalahan. Di sini, kesalahan justru menjadi pusat perhatian dan tantangan teknis. Setiap bentuk hand-blown dibagi menjadi beberapa segmen dan setiap ujungnya dipukul-pukul sedemikian rupa hingga menciptakan sebuah pola yang seolah merupakan hasil dari cutting.

Munchies – Michaela Mertlova
Bentuk yang menyerupai permen karet tidak hanya dibuat dengan teknik glass-blowing, tetapi juga dengan menekan metal casting pada gigi sang desainer ke dalam kaca yang mencair untuk mensimulasikan efek yang otentik. Sebuah kombinasi langka dari playfulness artistik dengan teknik tinggi.

Intergalactic Dynamic Sculpture – Petra Krausová dan Libor Sošťák

Desainer LasvitPetra Krausová dan Libor Sošťák, terinspirasi dari batuan semi mulia yang terbentuk dari tumbukan asteroid, bernama Moldavite. Sculpture lampu yang dinamis ini terbuat dari kaca uranium berwarna hijau terang, dengan cahaya yang berdenyut layaknya asteroid yang memasuki atmosfer. Bagian metal base yang berbentuk bola dilapisi oleh lebih dari 1.500 elemen hand-blown glass, yang dihidupkan dengan cahaya LED.