A beautiful life deserves a beautiful home

GLASS HOUSE ON THE HILL

6.59K

Text by Anggita D.S, photography by Fernando Gomulya.


Monday 17 September 2018

Membaca judul di atas mungkin saja membuat Anda berpikir, “Glass house? Maksudnya rumah kaca, rumah tanaman?” Sekali melihat foto-foto rumah ini, barulah rasanya maksud judul di atas lebih masuk akal: ya, hunian tempat tinggal sekaligus berfungsi sebagai studio milik desainer fashion kenamaan, Jeffry Tan, ini nyatanya memang langsung mencuri perhatian lantaran tampilan depannya yang berbentuk asimetris dan dilapisi bahan kaca yang memberikan ruang untuk sinar matahari menembus ke dalam.

Terletak di bilangan Selatan Jakarta, studio dengan bentuk fasad yang menampilkan permainan geometris ini memang sulit terlewatkan bagi yang melintas jalan di depannya. Mengingatkan seni lipat origami hanya saja secara estetis merupakan gabungan beton, kaca, besi dan kisi-kisi aluminium. Inilah rumah sekaligus studio milik desainer fashion Jeffry Tan terbaru dengan sisi keunikan arsitektur dan penataan fungsinya.

Fasad Studio Jeffry Tan oleh Marcello Sidharta

Daya tarik utama fasad ini tentunya sudah merupakan sesuatu yang direncanakan dari awal oleh sang pemilik rumah, yang bekerja sama dengan arsitek Marcello Sidharta dalam pembuatan konsep dan pembangunan rumah ini.

“Saya berkenalan dengan Cello (nama panggilan Marcello Sidharta) kurang lebih setahun sebelum memulai proyek ini. Saya suka pendekatan modern minimalis dan permainan tekstur yang ia lakukan dalam desainnya,” papar Jeffry. Kolaborasi antara kedua pihak pun menyusul tak lama setelahnya, di mana baik Jeffry maupun Marcello merasa nyaman dengan dinamika yang telah dibangun. “Kami memiliki visi yang sama, dan proses desainnya sendiri berjalan sangat ‘cair’, dengan diskusi terbuka mengenai konsep bangunan, apalagi karena situsnya cukup terbatas, yang merupakan tantangan tersendiri untuk mewujudkan visi tersebut,” jelas Marcello, menambahkan perkataan Jeffry.

Pemandangan dari teras ke living room di lantai dua. Terlihat sebuah 'Jacuzzi'
Bagian Teras di lantai dua menghadap ke luar

Rumah sekaligus studio ini terletak di bilangan Cipete, Jakarta Selatan, dan terdiri dari tiga lantai: lantai pertama sebagai ruang kerja/studio, lantai kedua sebagai living room lengkap dengan sebuah kolam, kemudian lantai ketiga sebagai area pribadi Jeffry dengan kamar tidur sekaligus kamar mandi yang unik. Jeffry menyatakan bahwa untuk konsep interiornya sendiri, ia banyak berdiskusi dengan Marcello, di mana keduanya ingin menonjolkan siluet arsitektur bangunan seluas 280 meter persegi ini, cut out window, atap kaca, pencahayaan natural, serta dinding dengan polished concrete. Materi-materi seperti marmer, beton, dan kayu, cukup dominan di berbagai area rumah ini, menghasilkan tampilan modern, minimalis, dan understated tapi sekaligus sophisticated. Untuk melengkapi hal tersebut, Jeffry dan Marcello banyak meletakkan furnitur built-in, juga furnitur koleksi Jeffry dengan mayoritas warna arang, vintage Art Deco dan post-modernism seperti piano, meja dan kursi makan, dan sebagainya. Kesan artistik terlihat dari tata pembagian ruang, limpahan cahaya alami, furnitur dan termasuk kehadiran sebuah ‘dipping pool’ di teras lantai dua.

The Living Room di lantai dua. Sebuah karya lukis karya seniman Andy Dewantoro
The Living Room di lantai dua.
Tangga menuju kamar tidur utama di lantai 3. Instalasi cahaya menyatu dengan penggangan tangga.

Banyak yang unik dari rumah ini, tapi sejumlah area yang patut mendapat sorotan lebih adalah private terrace di depan kamar tidur, ruang utama yang mendapat banyak pencahayaan natural, exposed bathroom dengan efek atap rumah kaca, serta balkon untuk BBQ/smoking area beserta jacuzzi. Balkon ini sendiri merupakan area favorit Jeffry; dengan gemericik air mancur jacuzzi, pohon mangga yang rindang, serta kicauan burung di pagi hari, membuat tempat ini bagaikan sebuah suaka di tengah kota. Selain itu, tangga unik yang merupakan ide dari Marcello juga kerap menuai pujian dari para tamu yang berkunjung.

The Master Bedroom dengan limpahan cahaya alami dari teras belakang.
The Master Bedroom

“Saya suka pendekatan modern minimalis dan permainan tekstur yang Marcello lakukan dalam desainnya.” – Jeffry Tan

Kamar Mandi Utama di Lantai 3 menghadap sisi jalan.
Focal Point dari kamar Mandi Utama.

Untuk membangun suaka ini tentunya tidak mudah. Butuh setidaknya 15 bulan untuk menyelesaikan keseluruhan prosesnya, dengan berbagai tantangan yang menghampiri: salah satunya adalah ketika dalam proses fondasi sempat terhambat akibat mesin/truk yang terlampau lebar. “Sempat terpikir beberapa alternatif agar pohon mangga di depan tidak terbabat habis untuk jalur truk,” ujar Jeffry. “Akhirnya bangunan sebelah, yang untungnya milik saya juga, harus dibongkar untuk jalan masuk.” Meski mengalami berbagai kesulitan, pada akhirnya segala pengorbanan sepadan dengan hasil akhirnya. It truly looks as if it’s a modern “castle on the hill”.

Kitchen Area di lantai dua
The Kitchen Area
Kamar Mandi di lantai dua