Alexander Lamont – The Luxury of Pleiades Collection

SHARE THIS
2.57K

Published by Sugar & Cream, Friday 13 July 2018

Text by Anggita D.S, images courtesy of Alexander Lamont

WHEN EAST MEETS WEST

Pernikahan antara beragam elemen Barat dan Timur sudah lama jadi hal yang menarik perhatian banyak orang. Ada faktor tarik-menarik, ying dan yang, serta saling melengkapi yang dimiliki kedua dunia berbeda ini, hingga membuat siapa pun merasa tertantang untuk mengaplikasikan keduanya dalam sebuah karya kreatif.

Produk mewah nan artistik Alexander Lamont bisa dibeli melalui Prodotti Indonesia, Jakarta.

Tak terkecuali Alexander Lamont, yang baru-baru ini melansir koleksi terbarunya, yakni Pleiades––sebuah koleksi vas yang telah lama berada di hati maupun pikirannya. Ya, ia telah lama mengidam-idamkan kesempatan untuk mendesain benda-benda penuh misteri dan pergerakan, menggunakan teknik yang mengawinkan tradisi kerajinan metal di Eropa dengan metode pernis milik Jepang. Alexander sangat terinspirasi oleh teknik Jean Dunand yang pernah dilihatnya di Musée des Arts Decoratifs di Paris, kemudian di galeri di Rue de Seine, dan di ajang penjualan koleksi pribadi Yves-Saint Laurent di Christies tahun 2009. Karya-karya Jean Dunand sendiri meliputi banyak contoh vas logam sederhana yang dihias dengan logam mulia dan patina, dan kemudian, setelah diperkenalkan dengan seniman pernis asal Jepang yakni Sugawara by Eileen Gray, urushi dan eggshell–khas Asia.

Working with lacquer and eggshell, I explored ways to bring concepts of planets, constellations and celestial charts onto vessels. Cast vessels, cool and heavy, were the canvas. I drew triangles dancing like the shapes of star clusters; the splash of solar nebulae and wholly covered, porcelain spinning planets with black or red fissures. I drew across the sand-blasted dinanderie surfaces and visited the lacquer rooms each day to watch as the eggshell and abalone and lacquer followed my sketches and an almost monochrome polished eloquence came to life. The kite-string-like floating deltoids of bright or faded clusters, the energy of the strokes and lines of stars were full of movement and distance; the luminosity of the covering mosaics and the mesmerizing reflectiveness and depth of the natural lacquer all brought a vibrant anima to the vases. Alone, in groups and as pairs they evoke the lightness and blackness of the night skies.” –– Alexander Lamont mengenai koleksi Pleiades


Rug House